Berat badan pun bisa meningkatkan risiko terkena migrain

Pada tubuh yang terlalu gemuk atau terlalu kurus, jaringan adiposa atau jaringan lemak akan mengeluarkan berbagai molekul yang mampu memicu migrain.

Febrianti
Oleh Febrianti - Reporter
Berat badan pun bisa meningkatkan risiko terkena migrain
Ilustrasi migrain. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Yuri Arcurs

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling umum. Migrain biasanya muncul pada masa pubertas dan lebih sering mengenai wanita dibandingkan pria karena pengaruh hormonal. Selain faktor hormonal, sebuah penelitian yang dilansir dari medicaldaily.com mengungkapkan bahwa berat badan pun bisa menjadi faktor dari penyebab migrain."Jika berat badan di bawah rata-rata atau bahkan ketika tubuhmu gemuk, kamu berisiko tinggi untuk terkena migrain. Meskipun masih belum jelas faktor apa yang jadi sebabnya, namun kami mengungkap bahwa jaringan adiposa atau jaringan lemak akan mengeluarkan berbagai molekul yang mampu memicu migrain," terang penulis penelitian ini, B. Lee Peterlin."Dari penelitian yang melibatkan 289.000 orang sebagai sampel, kami menemukan bahwa orang gemuk memiliki kesempatan sebesar 27% untuk terkena migrain dan orang yang sangat kurus berisiko untuk menderita migrain sebesar 13% dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal," lanjutnya."Selain kegemukan, beberapa faktor lainnya penyebab migrain adalah depresi, aktivitas fisik berlebih, atau konsumsi obat-obatan tertentu."

Rekomendasi