Aktris seksi Angelina Jolie umumkan bahwa dirinya telah menjalani pengangkatan payudara atau disebut juga mastectomy sebagai langkah pencegahan kanker payudara. Setelah itu tampaknya Jolie juga akan menjalani pengangkatan ovarium untuk mencegah munculnya kanker ovarium.
Berita ini muncul setelah aktris berumur 37 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani mastectomy ganda. Jolie menjelaskan bahwa keputusannya ini diambil setelah dia mengetahui bahwa dirinya memiliki gen BRCA1 yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium.
Saat ini, Jolie juga tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pengangkatan ovarium atau disebut juga dengan oophorectomy, seperti dilansir oleh US News (15/05). Berdasarkan Mayo Clinic, langkah pencegahan dengan mengangkat ovarium bisa menurunkan risiko kanker ovarium dengan gen BRCA hingga 80 - 90 persen.
Ibu Jolie sendiri, Marcheline Bertrand telah meninggal akibat kanker ovarium ketika berusia 56 tahun. Bertrand telah hampir 10 tahun berjuang melawan kanker.
"Dia bertahan cukup lama untuk bisa bertemu cucu pertamanya dan menggendongnya. Namun anakku yang lain tak akan pernah punya kesempatan untuk tahu dan merasakan kasih sayang yang dimilikinya," ungkap Jolie.
Jolie yang saat ini memiliki enam orang anak bersama kekasihnya Brad Pitt mengatakan bahwa dia selalu berusaha menjelaskan pada anak-anaknya mengenai penyakit yang membunuh ibunya.
"Mereka selalu menanyakan apakah hal itu bisa terjadi juga padaku. Aku selalu mengatakan bahwa mereka tak perlu khawatir, namun sesungguhnya aku memiliki gen itu, BRCA1, yang bisa meningkatkan risikoku terkena kanker payudara dan kanker ovarium," tulis Jolie.
Gen BRCA1 dan BRCA2 sebenarnya bertugas sebagai penekan tumor. Gen ini membantu untuk mengontrol sel dengan tingkat pertumbuhan tak terkontrol, seperti pada tumor ganas atau sel kanker. Namun jika kedua gen ini mengalami mutasi, maka gen tersebut akan meningkatkan kemungkinan munculnya kanker.