Rajin minum red wine jauhkan risiko tuli

Peneliti kembali menemukan manfaat kesehatan dari red wine, yaitu menjauhkan Anda dari risiko tuli.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rajin minum red wine jauhkan risiko tuli
Ilustrasi wine. ©Shutterstock/Valery Bareta

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan kalau red wine punya khasiat yang baik bagi jantung dan otak. Namun kini para peneliti kembali menemukan manfaat kesehatan dari red wine, yaitu menjauhkan Anda dari risiko tuli.

Menurut peneliti, resveratrol yang ditemukan pada anggur merah dan minuman red wine adalah senyawa kimia yang berkhasiat tersebut. Resveratrol juga sebenarnya komponen yang disebutkan mampu mencegah kanker dan penyakit jantung.

Penelitian mengenai khasiat red wine ini tepatnya dilakukan para peneliti dari Henry Ford Hospital di Detroit. Dari percobaan yang melibatkan tikus laboratorium, peneliti membuktikan risiko tuli berkurang ketika tikus diberi senyawa resveratrol.

"Fokus penelitian kami adalah resveratrol dan efeknya terhadap tubuh. Sebab selama ini senyawa tersebut memang sudah terkenal khasiatnya dalam menangkal kanker, penuaan, dan penyakit otak," terang Dr Michael Seidman, kepala peneliti, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Kehilangan pendengaran atau tuli biasanya menyerang orang berusia 60 tahun ke atas. Namun usia 4-50 tahun biasanya juga sudah merasakan gejalanya. Tuli terjadi karena sel-sel rambut di telinga dalam mulai hilang karena penuaan.

Namun dengan bantuan resveratrol, senyawa tersebut membantu tubuh dalam proses inflamasi, khususnya yang berkaitan dengan kondisi akibat penuaan seperti tuli dan pikun.

Penelitian tentang khasiat resveratrol dalam red wine dan anggur merah tersebut pun dilaporkan dalamOtolaryngology-Head and Neck Surgery.

Baca juga:
Segelas red wine ampuh menangkal kolesterol dalam daging
Anggur dan red wine jadi kunci penghancur kanker prostat
Red wine non-alkohol mampu turunkan tekanan darah?
Awet muda dengan segelas red wine

Rekomendasi