Ilmuwan di University of Southern California menemukan obat jenis baru untuk mengobati kanker rahim. Obat baru ini diketahui tak hanya lebih efektif namun juga hanya perlu dikonsumsi dalam dosis rendah.
"Kami membutuhkan obat baru untuk mengatasi pasien kanker yang kebal terhadap obat," jelas ketua peneliti Shili Xu.
Obat yang disebut PACMA ini didapatkan melalui pengujian 10.000 bahan kimia pada sel kanker di laboratorium USC School of Pharmacy oleh Nouri Neamati.
PACMA31 ini bisa diminum dan langsung menyerang pada sel kanker sehingga tidak membahayakan jaringan sehat lainnya. Selain itu, obat ini juga diketahui sebagai obat yang permanen. Sekali menempel pada sel kanker, maka dia tak akan lepas. Ini menyebabkan kinerja obat menjadi lebih lama dan efektif sehingga pasien tak perlu mengonsumsi obat dalam dosis tinggi.
"Kami melakukan penelitian untuk menemukan sinergi antara obat dengan bentuk terapi bagi kanker rahim," jelas Neamati, seperti dilansir oleh Thirdage (04/09). "Ketika pasien tak memiliki pilihan, maka kami bisa memberikan mereka obat."
Meski PACMA31 masih dalam pengujian, namun sejauh ini obat ini terlihat efektif, tidak beracun, dan mampu menghambat pertumbuhan tumor. Neamati menjelaskan bahwa kemungkinan obat ini juga bisa digunakan pada kanker lainnya.