Rahasia Panjang Umur: Kombinasi Makanan Kaya Flavonoid untuk Cegah Penyakit Kronis

Temukan kombinasi makanan kaya flavonoid yang terbukti ampuh mencegah penyakit kronis dan meningkatkan harapan hidup. Rahasia diet sehat ada pada keberagaman!

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Rahasia Panjang Umur: Kombinasi Makanan Kaya Flavonoid untuk Cegah Penyakit Kronis
Rahasia Panjang Umur: Kombinasi Makanan Kaya Flavonoid untuk Cegah Penyakit Kronis (Merdeka.com)

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa orang-orang di wilayah Mediterania cenderung lebih sehat dan berumur panjang? Salah satu rahasianya mungkin terletak pada pola makan mereka yang kaya akan kombinasi makanan tertentu. Diet Mediterania menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun. Pola makan ini terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit kronis lainnya. Lantas, bagaimana kita bisa menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari?

Kabar baiknya, tidak ada satu kombinasi ajaib yang bisa langsung membuat Anda sehat. Kunci utamanya adalah pola makan yang konsisten, seimbang, dan beragam. Menggabungkan berbagai kelompok makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak, adalah langkah awal yang baik. Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis agar tubuh tetap prima.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Food mengungkap bahwa bukan hanya kuantitas flavonoid yang penting, tetapi juga keberagaman jenisnya. Flavonoid adalah senyawa alami yang ditemukan dalam teh, beri, apel, dan cokelat hitam. Senyawa ini telah dikaitkan dengan umur yang lebih panjang dan risiko penyakit yang lebih rendah. Bagaimana cara mendapatkan manfaat maksimal dari flavonoid?

Flavonoid telah lama dikenal karena efek anti-inflamasinya dalam tubuh. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa flavonoid dapat membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan, penyakit kardiovaskular, dan gangguan penglihatan. Tim peneliti internasional menganalisis data dari 124.805 orang dewasa di Inggris, berusia 40 tahun ke atas. Mereka mencari hubungan antara pola makan peserta (yang dilaporkan sendiri) dan kesehatan mereka selama beberapa tahun.

Aedín Cassidy, seorang ilmuwan nutrisi dari Queen's University Belfast di Irlandia Utara, menjelaskan, "Kami telah lama mengetahui bahwa asupan flavonoid makanan yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kondisi neurologis seperti Parkinson. Studi ini signifikan karena hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi kuantitas yang lebih tinggi dan keragaman yang lebih luas berpotensi menghasilkan pengurangan kesehatan yang lebih besar daripada hanya satu sumber."

Teh hitam dan teh hijau adalah sumber flavonoid yang paling umum dalam penelitian ini, dikonsumsi oleh dua pertiga peserta. Sumber lain termasuk apel, anggur merah, anggur, beri, cokelat hitam, jeruk, satsuma, dan jus jeruk. Para peneliti melacak berbagai flavonoid dalam makanan dan minuman. Statistik menunjukkan bahwa peserta yang pola makannya memiliki keragaman makanan flavonoid terluas memiliki risiko kematian yang lebih rendah karena semua penyebab, dan berbagai komplikasi kesehatan.

Ilustrasi Lansia
Ilustrasi Lansia Bing Image Creator

Meskipun data tidak membuktikan sebab dan akibat langsung, saran kuatnya adalah bahwa mencampurkan flavonoid baik untuk Anda. Benjamin Parmenter, seorang ilmuwan nutrisi dari Edith Cowan University di Australia, mengatakan, "Asupan flavonoid sekitar 500 miligram sehari dikaitkan dengan risiko kematian akibat semua penyebab 16 persen lebih rendah, serta risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan penyakit pernapasan sekitar 10 persen lebih rendah. Itu kira-kira jumlah flavonoid yang akan Anda konsumsi dalam dua cangkir teh."

Bahkan ketika mengonsumsi jumlah total flavonoid yang sama, mereka yang mengonsumsi keragaman terluas memiliki risiko penyakit ini lebih rendah. Para peneliti menemukan bahwa seperlima teratas dari peserta dalam hal keragaman asupan flavonoid mengalami pengurangan sekitar 6-20 persen dalam risiko kondisi seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit neurodegeneratif, dibandingkan dengan seperlima terbawah.

Dengan pemikiran itu, para peneliti merekomendasikan campuran makanan dan minuman kaya flavonoid, setiap hari. Jika Anda ingin menantang diri sendiri, konsumen flavonoid teratas dalam penelitian ini mengemil 19 jenis yang berbeda per hari. Tilman Kuhn, seorang ilmuwan nutrisi dari Universitas Kedokteran Wina di Austria, menambahkan, "Makan buah-buahan dan sayuran dalam berbagai warna, termasuk yang kaya akan flavonoid, berarti Anda lebih mungkin mendapatkan vitamin dan nutrisi yang Anda butuhkan untuk mempertahankan gaya hidup yang lebih sehat."

Bagaimana cara mengaplikasikan temuan ini dalam kehidupan sehari-hari? Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda coba:

  1. Sarapan Sehat: Mulailah hari Anda dengan oatmeal yang ditaburi buah beri dan kacang-kacangan. Kombinasi ini menyediakan serat, antioksidan, dan protein yang penting untuk energi dan kesehatan tubuh.
  2. Makan Siang Bergizi: Nikmati salad dengan sayuran hijau segar, ikan panggang, dan biji-bijian. Salad ini kaya akan nutrisi, serat, dan protein tanpa lemak yang akan membuat Anda kenyang dan berenergi sepanjang hari.
  3. Makan Malam Seimbang: Pilih sayuran kukus dengan ayam panggang dan nasi merah untuk makan malam. Kombinasi ini menyediakan protein, karbohidrat kompleks, dan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.
  4. Camilan Sehat: Ganti camilan tidak sehat dengan buah-buahan segar, segenggam kacang-kacangan, atau yogurt rendah lemak. Camilan ini akan membantu Anda mengontrol nafsu makan dan memberikan nutrisi tambahan.

Selain itu, jangan lupakan kombinasi teh hijau dan lemon. Teh hijau kaya akan antioksidan, dan vitamin C dalam lemon membantu penyerapan katekin (antioksidan dalam teh hijau). Dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang kaya flavonoid, Anda dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk membuat rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda. Mereka dapat membantu Anda membuat rencana makan yang disesuaikan dengan riwayat kesehatan, preferensi, dan gaya hidup Anda. Ingatlah bahwa pola makan sehat merupakan bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan yang juga mencakup olahraga teratur dan manajemen stres.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip diet seimbang dan bergizi, serta mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya flavonoid, Anda dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis. Jadikan pola makan sehat sebagai bagian dari gaya hidup Anda dan nikmati manfaatnya untuk jangka panjang.

Rekomendasi