Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penderita Gangguan Makan Lebih Rentan Mengalami Kecanduan Olahraga

Penderita Gangguan Makan Lebih Rentan Mengalami Kecanduan Olahraga Ilustrasi gangguan makan. Shutterstock/Geo-grafika

Merdeka.com - Eating disorder atau gangguan makan merupakan salah satu hal tak sehat yang sering membuat kita bermasalah untuk mengonsumsi makanan. Hal ini ternyata juga bisa menyebabkan masalah lain berupa kecanduan olahraga.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecanduan olahraga empat kali lebih umum dialami seseorang yang mengalami gangguan makan. Dilansir dari Medical Xpress, hal ini terungkap berdasar penelitian oleh Mike Trott dari Anglia Ruskin University (ARU).

Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Eating and Weight Disorders yang khusus membahas mengenai anoreksia, bulimia, dan obesitas. Penelitian ini merupakan yang pertama mengukur kecanduan olahraga pada kelompok orang baik memiliki maupun tidak memiliki karakteristik gangguan makan.

Data didapat dari 2.140 partisipan berdasar enam penelitian yang berbeda, Data diperoleh dari sejumlah penelitian di berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Italia. Diketahui bahwa seseorang dengan gangguan makan, cederung 3,7 kali lipat lebih mungkin mengalami kecanduan olahraga dibanding mereka yang tidak memiliki gangguan makan.

"Diketahui bahwa mereka dengan gangguan makan cenderung menunjukkan kepribadian kecanduan serta perilaku obsesif kompulsif. Kami juga menyadari bahwa memiliki hubungan tidak sehat dengan makanan sering berdampak meningkatnya jumlah olahraga, namun baru pertama kali faktor risiko ini dihitung," terang Trott dari Anglia Ruskin University (ARU).

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tampaknya gangguan makan pada seseorang meningkatkan secara signifikan peluang hubungan tak sehat dengan olahraga. Hal ini bisa berdampak negatif, termasuk pada masalah mental serta cedera," sambungnya.

Hal ini tentu sangat penting diamati pasalnya gangguan makan terutama dalam bentuk keengganan untuk makan bisa berdampak sangat buruk pada kesehatan. Ketika ditambah dengan kecanduan olahraga terutama tanpa mengenal batasan, seseorang lebih rentan mengalami berbagai masalah baik secara fisik maupun mental.

"Tenaga kesehatan profesional yang bekerja dengan seorang pengidap gangguan makan harus mengawasi tingkat olahraganya sebagai suatu priortias karena kelompok ini sangat rentan mengalami kondisi kesehatan serius sebagai akibat dari olahraga berlebihan berupa patah tulang, meningkatnya jumlah penyakit kardiovaskular pada pasien usia muda, serta meningkatnya kematian secara garis besar," tandas Trott.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP