Pada Kasus Nyeri Tertentu, Tak Cukup Diobati dengan Obat Gosok Namun Harus Dioperasi

Sabtu, 20 Juli 2019 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pada Kasus Nyeri Tertentu, Tak Cukup Diobati dengan Obat Gosok Namun Harus Dioperasi Ilustrasi sakit punggung. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Image Point Fr

Merdeka.com - Ketika seseorang mengalami nyeri, secara garis besar terdapat dua tipe yaitu akut dan kronik. Pada kasus nyeri tertentu, hal ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan obat gosok namun harus melalui operasi.

Dokter spesialis anestesiologi dan reanimasi RS EMC Sentul Ketut Ngurah Gunapriya, menjelaskan bahwa nyeri akut sebenarnya baik karena itu adalah alarm bagi tubuh kita.

"Yang ingin memberitahu bahwa ada bagian dari tubuh kita yang mengalami kerusakan atau potensial rusak atau dia seperti rusak yang diekspresikan sebagai ekspresi sensorik dan emosional dengan sesuatu yang tidak nyaman," kata dokter yang akrab disapa dokter Ngurah ini.

Untuk pengobatan nyeri, kata Ngurah, perawatan paling pertama yang diberikan ke pasien adalah tanpa obat. "Kalau sudah sembuh, sudah cukuplah," katanya.

Kecuali, bila tak jua sembuh barulah diberikan obat. Setelah minum obat ternyata nyeri masih juga kita rasakan, dokter akan kembali memberikan obat tapi yang kali ini memiliki unsur morfin di dalamnya.

"Unsur morfin itu untuk mengurangi nyeri," kata Ngurah.

"Kalau tidak mampu lagi baru dilakukan operasi," Ngurah menekankan.

Lebih lanjut, di antara pengobatan itu sampai akhirnya dilakukan tindakan operasi, ada semacam terapi yang merupakan bagian dari pain management seperti yang ada di Pain Management Center RS EMC Sentul.

"Sekarang berkembang sangat pesat di Indonesia karena terapi ini bisa langsung dari problem-nya," katanya.

"Jadi, misalnya kita kita ada problem tulang belakang, kita lakukan minimal inpasiv untuk mengurangi nyeri dan bisa mencegah tindakan operasi," katanya.

Faktor risiko munculnya nyeri, ujar Ngurah, bisa dari sendi, tulang, dan otot karena injury yang berulang.

"Repetitif injury artinya ada kerusakan dari struktur itu yang terus menerus berulang, yang disebabkan oleh karena olahraga yang tidak tepat tanpa pemanasan, posisi tubuh yang kurang baik, itu akan membuat struktur tubuh kita seperti tulang dan otot akan mengalami ketidakmampuan untuk menyanggah posisi-posisi tersebut," kata Ngurah.

Ngurah menyebut bahwa nyeri pada sendi dan tulang bukan berarti karena kekurangan vitamin. Dijelaskannya bahwa kekurangan vitamin, seperti vitamin D dan kalsium, tidak langsung berefek pada nyeri.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini