Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Merokok tingkatkan risiko mati muda pada remaja

Merokok tingkatkan risiko mati muda pada remaja Ilustrasi remaja merokok. ©shutterstock.com/Aubord Dulac

Merdeka.com - Remaja yang merokok lebih berisiko mati muda karena penyakit jantung bahkan jika mereka berhenti ketika beranjak dewasa, ungkap sebuah penelitian.

Namun risiko kematian dini lebih tinggi pada orang yang mulai merokok pada usia remaja dan meneruskan kebiasaannya itu hingga dewasa. mereka memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok.

"Risikonya bertambah," jelas David Batty, peneliti dari University College London. "Jika Anda merokok sejak remaja hingga dewasa, maka Anda memiliki risiko kematian dini paling tinggi dibandingkan dengan hanya merokok pada usia remaja," tambahnya pada Reuters Health (04/10).

Penelitian ini dilakukan pada 28.000 pria, dengan 10.000 orang di antaranya mengaku merokok sejak usia remaja. Hasilnya, orang yang sudah merokok sejak muda memiliki risiko kematian dua kali lebih besar dibanding orang yang tidak merokok. Sementara orang yang merokok pada usia remaja kemudian berhenti memiliki risiko 29 persen lebih tinggi.

"Bagi orang yang mau berhenti merokok, risiko kematian mereka turun dengan drastis. Tentu saja masih lebih besar daripada orang yang tak merokok, namun setidaknya jauh lebih rendah," jelas Dr Michael Siegel, peneliti dari Boston University School of Public Health.

Siegel menekankan pentingnya untuk berhenti merokok dan bahwa tak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Keputusan berhenti merokok pasti memberikan dampak baik untuk kesehatan. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP