Menyingkap 5 efek bulan purnama bagi tubuh manusia

Selasa, 8 Desember 2015 07:04 Reporter : Siti Rutmawati
Menyingkap 5 efek bulan purnama bagi tubuh manusia ilustrasi bulan purnama. ©www.inspiringwallpapers.net

Merdeka.com - Bulan purnama, adalah sebuah fenomena alam yang selalu menggoda mata kita untuk melihatnya. Banyak sekali hal yang dikaitkan dengan bulan purnama. Hal yang mistis misalnya, dalam dunia hiburan kita telah menyaksikan berbagai imajinasi yang terkait dengan bulan purnama. Seperti perubahan siluman serigala, munculnya bidadari-bidadari cantik dan lainnya.

Tak hanya menyentuh dunia mistis, dalam kehidupan sehari-hari, bulan purnama juga dikaitkan dengan kesehatan manusia. Banyak rumor yang terdengar mengenai kesehatan terkait dengan bulan purnama. Di balik keindahan pancaran cahayanya yang menyilaukan, ternyata bulan purnama menyimpan 5 efek bagi kesehatan. Melansir dari prevention.com, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jean Luc Margot (seorang astronot di UCLA) mengungkap 5 efek bulan purnama bagi tubuh manusia berikut ini.

1 dari 5 halaman

Susah tidur

rev2Ilustrasi susah tidur. ©2012 Shutterstock/Elena Elisseeva

Apakah kamu pernah mengalami kesusahan untuk memejamkan mata saat tidur malam? Mungkin saja bulan purnama adalah penyebabnya. Sebuah penelitian yang datang dari Swiss menemukan bahwa orang-orang yang kurang tidur, tidak bisa tidur dan gelisah dalam tidurnya saat bulan sedang berpijar terang alias bulan purnama.

Penelitian tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara sinar terang bulan purnama dengan penurunan kadar melatonin dalam tubuh. Sebuah studi yang serupa sebelumnya pernah diterbitkan dalam Sleep Medicine. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 tersebut menemukan bahwa banyak orang mengeluhkan kesusahan tidur saat bulan purnama.

2 dari 5 halaman

Perubahan suasana hati

hati rev2Ilustrasi depresi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ollyy

Dalam bahasa latin, bulan disebut dengan luna yang berarti kegilaan. Menurut legenda, bulan purnama memicu kambuhnya episode orang-orang yang mengalami gangguan bipolar dan tekanan psikologis lainnya. Dalam pandangan ilmiah yang datang dari UCLA yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders mengaitkan bulan purnama dengan perubahan suasana hati.

Menurut mereka bulan purnama berkaitan dengan perubahan suasana hati seseorang dan hal inilah yang membuat orang cenderung terjaga dalam tidurnya (tidur tidak nyenyak). Terkait dengan hal ini, sebuah penelitian yang datang dari Perancis menemukan bahwa kasus bunuh diri lebih sering terjadi pada bulan purnama dibandingkan pada bulan baru.

3 dari 5 halaman

Meningkatkan keberhasilan operasi

operasi rev2ilustrasi operasi. ©optimummedhealth.com

Sebuah studi yang pernah dilakukan pada tahun 2004 oleh International Journal of Nursing menemukan bahwa jumlah penerimaan pasien rumah sakit jiwa meningkat pada saat bulan purnama. Tetapi, penelitian terbaru tahun ini yang dilakukan oleh Margot menganalisis bahwa penelitian tersebut melakukan beberapa kesalahan statistik yang dapat mengubah hasilnya. Hasil penelitian yang benar adalah tarikan gravitasi orang yang berdiri tiga kaki dari kamu ternyata 1.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan gravitasi bulan. 

Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada 2013 yang dipublikasikan dalam Interactive Cardiovascular and Thoracic Surgery melihat sekitar 210 kasus pasien pulih dari operasi pada aorta. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang menjalani operasi pada bulan purnama cenderung mengalami penurunan risiko kematian hingga 79%. Ini dibandingkan dengan mereka yang menjalani operasi pada bulan baru.

4 dari 5 halaman

Tidak mempengaruhi kelahiran

kelahiran rev2ilustrasi ibu hamil. ©www.msra.org.au

Kamu pasti pernah mendengar tentang mitos yang mengatakan bahwa bulan purnama berefek pada peningkatan jumlah kelahiran bayi. Pada penelitian ynag dilakukan oleh Margot selama lima tahun yang melibatkan sekitar 167.000 kelahiran di Phoenix tidak menemukan bukti untuk hubungan antara tingkat kelahiran dan bulan purnama. 

Hal yang sama juga ditemukan oleh penelitian yang dilakukan di Jerman. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara bulan purnama dengan tingkat kelahiran, komplikasi persalinan ataupun jenis kelamin bayi. Margot menjelaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara tingkat kelahiran dengan bulan purnama. 

5 dari 5 halaman

Memicu kejang

rev2ilustrasi kejang. ©medicalddx.com

Sebuah penelitian yang dilakukan di Brazil dan diterbitkan dalam Epilepsy & Behavior menganalisis kematian mendadak dari serangan epilepsi selama delapan tahun. Mereka menemukan bahwa sekitar 70% kematian karena epilepsi terjadi pada bulan purnama. Tetapi penelitian lain yang juga diterbitkan dalam jurnal yang sama menemukan bahwa bulan purnama tidak berpengaruh pada serangan epilepsi. 

Sebuah survei yang dilakukan tahun 2013 menemukan bahwa pencarian informasi melalui internet mengenai epilepsi meningkat hingga 11% pada bulan purnama. Tetapi hal ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menunjukkan kambuhnya kejang pada penderita epilepsi. Asumsi yang diajukan untuk hal ini adalah orang-orang mengalami kesulitan tidur pada bulan purnama dan membutuhkan internet untuk mencari penyebabnya. [SRA]

Baca juga:
Tak hanya lukai perasaan,patah hati lakukan 3 hal ini pada sehatmu
Ini 5 alasan untuk mengonsumsi brown rice hari ini!
Tak geli saat menggelitik diri sendiri, ternyata ini alasannya!
Ini yang harus kamu tahu tentang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini