Kubis Bisa Jadi Makanan Sehat yang Atasi Masalah Perlemakan Hati

Jumat, 14 Februari 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kubis Bisa Jadi Makanan Sehat yang Atasi Masalah Perlemakan Hati Ilustrasi kubis. ©2018 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Fatty liver atau perlemakan hati merupakan masalah kesehatan yang bisa sangat menganggu. Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejumlah sayuran bisa membantu mengatasi masalah kesehatan ini.

Dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Hepatology mengungkap bahwa kandungan bernama indole yang berada pada sejumlah sayuran memiliki manfaat ini. Kandungan yang bisa mengobati dan mencegah masalah perlemakan hati ini ditemui pada sayuran seperti kubis, kale, bunga kol, serta Brussels sprouts.

"Berdasar penelitian ini, kami percaya bahwa makanan sehat dengan kapasitas tinggi produksi indole cukup penting untuk mencegah NAFLD serta bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan bagi mereka yang mengalaminya," terang peneliti Chaodong Wu, dari Texas A&M AgriLife Research.

"Hal ini merupakan contoh lain ketika mengubah pola makan bisa membantu mencegah atau mengatasi penyakit serta meningkatkan kesehatan seseorang," sambung Wu.

NAFLD atau penyakit hati berlemak non-alkohol muncul ketika hati dilumuri lemak karena nutrisi tak sehat seperti konsumsi berlebih dari lemak jenuh. Jika tidak diatasi secara tepat, kondisi ini bisa berujung pada penyakit hati yang mengancam nyama termasuk sirosis dan kanker hati.

1 dari 1 halaman

Penelitian terbaru ini mempelajari efek konsentrasi indole pada manusia, hewan, serta sel individual untuk mempelajarinya terkait peradangan hati dan manfaatnya pada orang-orang dengan kondisi NAFLD. Penelitian ini dilakukan di China terhadap 137 orang dengan kondisi perlemakan hati.

Berdasar penelitian ini diketahui bahwa seseorang dengan indeks massa tubuh lebih tinggi cenderung memiliki indole lebih sedikit di dalam darah. Penelitian ini masih akan dilakukan terhadap orang yang memiliki etnis berbeda.

Untuk menentukan dampak dari indole lebih lanjut, peneliti menggunakan hewan yang diberi makanan rendah lemak serta tinggi lemak. Tim peneliti juga melihat bagaimana indole berdampak pada sel individu.

Lebih lanjut, untuk menurunkan jumlah lemak pada sel hati, indole juga berdampak pada sel dalam organ dalam.

"Makanan dengan kapasitas produksi indole yang tinggi atau obat yang menyerupai efeknya mungkin menjadi terapi baru untuk penanganan NAFLD," tandas Wu. [RWP]

Baca juga:
Konsumsi Kopi Bisa Jadi Cara Meredakan Rasa Sakit dengan Lezat
Obat Disfungsi Ereksi Ternyata Bisa Sebabkan Munculnya Masalah Penglihatan
Konsumsi Produk Fermentasi Kedelai Diketahui Bisa Turunkan Risiko Kematian
Kebiasaan Bermain Ponsel Sejak Usia Dini Bisa Buat Anak Kurang Gerak di Esok Hari
Penderita Gangguan Makan Lebih Rentan Mengalami Kecanduan Olahraga

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini