Kenapa kanker pankreas tergolong mematikan?
Merdeka.com - Astronot Sally Ride, wanita Amerika pertama yang berhasil mencapai luar angkasa, kemarin (23/07) meninggal dunia di usia 61 tahun karena kanker pankreas. Penderita jenis kanker yang satu ini memang memiliki angka yang rendah untuk bertahan hidup. Kenapa demikian?
Sebagaimana dilansir dari My Health News Daily (24/07), sebanyak 75% pasien meninggal kurang dari setahun setelah diagnosis. Kemudian sebanyak 94% meninggal dalam kurun waktu lima tahun, demikian seperti yang dilaporkan dari Pancreatic Cancer Action Network (PCAN) di California. Menurut Michelle Duff dari PCAN, penyebab rendahnya angka bertahan hidup penderita kanker pankreas itu salah satunya adalah deteksi yang terlambat.
"Saat kebanyakan pasien divonis kanker pankreas, sebenarnya penyakit itu sudah menyebar luas," tutur Duff.
Kanker pankreas memang sering lolos dari deteksi dini karena sedikitnya gejala yang ditunjukkan pasien. Beberapa gejala seperti gangguan pencernaan atau sakit punggung juga sering dianggap sebagai tanda penyakit yang lain. Selain itu, tidak seperti kanker payudara atau prostat, tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kanker pankreas.
Selama ini, hanya 8% kasus kanker pankreas yang ada mampu dideteksi secara dini sebelum penyakit tersebut menyebar, demikian menurut National Cancer Institute.
Selain kelemahan mendeteksi secara dini, beberapa jenis obat kemoterapi juga dinilai tidak terlalu mampu melawan sel kanker pankreas. Meskipun Duff menjelaskan pengobatan terbaik kanker ini adalah dengan mengangkat tumor, sayangnya jarang ada pasien yang bisa melakukan hal tersebut jika kanker sudah menyebar ke organ yang lain.
Pihak PCAN pun merekomendasikan pasien kanker pankreas untuk menjalani pemeriksaan lebih rajin. Hal itu dilakukan agar kesempatan bertahan hidup jauh lebih panjang. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya