Kamu takut sendirian? Bisa jadi kamu idap gangguan mental ini
Merdeka.com - Jika ada seorang autis yang memiliki ‘dunia’ sendiri dan tidak begitu peduli dengan lingkungan sekitar serta tidak terlalu bergantung kepada orang lain karena merasa hidupnya sendiri dan dunia ciptaannya sudah lebih dari cukup, maka ada juga kebalikannya yang dikenal dengan nama emotional dependency disorder (EDD).
Tentunya tidak banyak orang yang mengetahui akan istilah satu ini, bukan? Jenis gangguan kejiwaan satu ini merupakan kelainan mental yang selalu ingin melibatkan orang lain untuk mendapatkan perhatian. Dikarenakan hal ini, maka seseorang yang mengidap EDD tidak dapat mandiri dan melakukan segala hal sendirian.
Sampai sekarang ini, beberapa para pakar kejiwaan dan psikolog masih belum menentukan jenis khusus dari EDD ini dan lebih mengkategorikan dalam unknown disorder. EDD ini dapat dikatakan cukup merepotkan karena ketidakmampuan untuk mandiri dan selalu bergantung kepada orang lain, termasuk ketakutan akan kesendirian menjadikan pengidapnya menjadi tidak dapat melakukan aktivitas normal jika tanpa dibantu atau terhubung dengan pihak lain.
Untuk mengetahui seperti apa karakteristik yang dimiliki oleh seorang pengidap EDD, berikut ini adalah beberapa daftarnya:
Pada umumnya EDD akan diderita oleh wanita daripada pria dan dimulai tanpa tanda-tanda khusus di awal. Menurut para pakar, rata-rata penyebab utama dari EDD ini adalah pada waktu kecil, orang tua seseorang tidak memberikan kepercayaan kepada orang yang bersangkutan dan selalu mendikte apapun yang harus dilakukan.
Tidak hanya itu, ketika harus mengambil keputusan akan sesuatu, orang tua lebih banyak menolaknya dan memberikan keputusan yang menurut mereka layak daripada mendengarkan keinginan orang yang bersangkutan. Dikarenakan hal inilah, orang tersebut akan kehilangan rasa percaya diri dan rasa untuk mandiri dalam dirinya.
(mdk/feb)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya