Prodia buat laboratorium ramah lingkungan di Surabaya
Merdeka.com - PT Prodia Widyahusada atau yang lebih dikenal dengan Laboratorium Klinik Prodia, pada hari ini melakukan seremoni tutup atap (topping off) pembangunan Grha Prodia Surabaya sebagai green building laboratory pertama di Indonesia.
Seremoni ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Drs. Andi Wijaya, PhD sebagai komisaris utama PT Prodia Widyahusada, Dr. Dewi Muliaty, M.Si sebagai President Director dan Dra. Indirawati sebagai Regional Head Jatim-Bali-Nusra, yang menandakan proses pengecoran dimulai. Prosesi Topping Off dihadiri sendiri oleh 100 tamu undangan yang terdiri dari stakeholder PT Prodia Widyahusada, antara lain para mitra kerja Prodia, dokter penanggung jawab, konsultan dan kolega dari developer.
"Laboratorium Klinik Prodia terus melakukan inovasi dalam upaya memberikan mutu dan layanan terbaik dan terus berusaha mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan lebih baik. Salah satu inovasi adalah dengan membangun Grha Prodia Surabaya sebagai laboratorium pertama di Indonesia yang menerapkan konsep green building." ungkap President Director Dr. Dewi Muliaty, M.Si dalam Press Conference yang diterima merdeka.com (28/1).
Grha Prodia Surabaya ini adalah gedung baru Laboratorium Klinik Prodia cabang Diponegoro Surabaya yang merupakan cabang Prodia terbesar di Surabaya. Proyek yang dirancang oleh PT Archi Metric ini, menempati lahan seluas kurang lebih 1051.85 m2 dan diharapkan selesai pada bulan September 2014 dengan didesain hanya menempati 50 persen dari lahan dan sisanya dipergunakan untuk landscaping dan green proof.
Selain itu Grha Prodia Surabaya juga dirancang memiliki ruang terbuka hijau sebanyak 22 persen dari luas tanah yang tersedia, berarti dua kali lipat lebih luas dari yang dipersyaratkan pemerintah kota sebesar 11 persen. Sebagai salah satu strategi untuk mengurangi pemakaian air bersih, Grha Prodia Surabaya menggunakan sanitair yang hemat air dan didesain sedemikian rupa agar dapat menghemat pemakaian energi listrik. Selain itu, material yang dipakai juga diseleksi secara ketat untuk memenuhi persyaratan standar green building, misalnya mengutamakan material lokal, hasil daur ulang dan material alami.
Gedung ini juga dibangun sesuai konsep green building berstandar internasional dan didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi green building LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) yang dikeluarkan USBGC (United States Green Building Council), yang telah dikenal di seluruh dunia sebagai lembaga dengan framework bersertifikat untuk desain bangunan hijau. Di Indonesia sendiri belum ada office building ataupun laboratorium yang sudah mendapatkan sertifikasi LEED. Hanya ada dua bangunan yang sudah diregistrasi yaitu Konsulat USA dan Grha Prodia Surabaya.
Selain penerapan konsep green building, manajemen Laboratorium Klinik Prodia juga menyiapkan berbagai inovasi untuk Grha Prodia Surabaya ini. Antara lain peningkatan fasilitas gedung (parkir dan ruang tunggu yang luas, ruang tunggu khusus untuk wanita & ChildLab Unit, ruang pertemuan, perpustakaan, dll), peningkatan fasilitas laboratorium meliputi peralatan laboratorium berteknologi tinggi, peralatan penunjang diagnostik yang lebih lengkap, penerapan Laboratory Automation System (Total Laboratory Automation/TLA) untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan hasil pemeriksaan, dan tentu saja peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan.
Pembangunan Grha Prodia Surabaya dengan konsep green building ini diharapkan akan memberikan keuntungan sosial, ekonomi maupun ekologi di masa yang akan datang, dan semakin memantapkan posisi Laboratorium Klinik Prodia sebagai laboratorium terbaik dalam mutu dan layanan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya