Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayi lahir dengan plasenta tipis rentan serangan jantung

Bayi lahir dengan plasenta tipis rentan serangan jantung Ilustrasi bayi. ©2012 Shutterstock/Anneka

Merdeka.com - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa bayi yang lahir dengan plasenta tipis dua kali lebih berisiko meninggal karena serangan jantung.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail, para peneliti menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada gejala orang yang sehat berisiko terkena serangan jantung kemudian meninggal. Termasuk di dalamnya anak-anak, terutama ketika mereka sedang bermain.

Kemudian peneliti pun menduga bahwa plasenta yang terlalu tipis mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan ibu. Menurut mereka, plasenta yang tipis membuat aliran nutrisi ibu pada janin tidak berjalan lancar sehingga membuat jantung sedikit terganggu pertumbuhannya.

"Penting bagi para ibu hamil memiliki rekaman kesehatan tentang kondisi plasenta mereka," tegas Profesor David Barker dari University of Southampton.

Profesor David Barker juga menambahkan kalau kasus meninggal tiba-tiba karena serangan jantung semakin sering dialami anak muda masa kini.

Sementara itu, juru bicara Department of Health dari Inggris juga menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan. Sebab selain plasenta yang tipis, mungkin ada faktor lain yang memicu serangan jantung yang memicu kematian pada manusia. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP