Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa hubungan antara stres dan berat badan?

Apa hubungan antara stres dan berat badan? Ilustrasi diet. merdeka.com/iStockphoto

Merdeka.com - Stres memang menjadi salah satu bagian dari kehidupan seseorang. Meskipun Anda sudah makan dengan benar dan olahraga teratur, bisa saja Anda menjadi sangat kurus karena stres. Namun tidak jarang beberapa kasus juga menyebutkan stres memicu peningkatan berat badan.

Ketika stres, pikiran berada dalam fase fisik yang berbahaya dan memicu produksi hormon tertentu. Adrenalin pun meningkat sebagai tanda memerangi stres. Selain itu, tubuh juga menghasilkan kortisol yang menambah energi, sehingga Anda kerap merasa lapar. Jika stres terjadi terus menerus, kadar kortisol semakin tinggi dan Anda pun akan semakin lapar.

Berdasarkan sebuah studi, stres berkaitan dengan penumpukan lemak dan penyakit jantung. Sebab penumpukan lemak menyumbat pembuluh darah sehingga seseorang bisa terkena serangan jantung apabila terlalu gemuk. Studi lain juga mendukung penemuan tersebut dan menyebutkan lemak yang terlalu banyak dalam tubuh merusak sistem metabolisme.

Sebagaimana dilansir dari Health Me Up (29/05), Mukta Vasishta, ahli diet dari Sir Gangaram Hospital menuturkan bahwa menurunkan tingkat stres dalam diri penting untuk menjaga berat badan. Bukan hanya itu, pola hidup sehat juga diperlukan agar tubuh tetap terjaga kebugarannya.

Sementara itu, ahli diet lain dari Rockland Hospital, Sunita Roy Chowdhary menyebutkan stres yang memicu peningkatan berat badan tidak hanya berbahaya bagi kesehatan jantung, namun juga diabetes, migrain, dan demensia. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP