Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Mitos populer tentang keperawanan wanita

8 Mitos populer tentang keperawanan wanita Ilustrasi tubuh wanita. ©Shutterstock/MJTH

Merdeka.com - inas Pendidikan Kota Prabumulih kemarin membeberkan wacana tentang pengadaan tes keperawanan terhadap siswa sekolah. Meski belum dilaksanakan, namun banyak kritik yang dituai dari berbagai pihak mengenai wacana tersebut.

Terlepas dari wacana itu, sebenarnya ada beberapa mitos yang cukup populer mengenai keperawanan wanita. Apa saja? Coba simak berikut ini.

Mitos #1Wanita yang sudah tidak perawan berjalan dengan kaki mengangkang. Mitos yang satu ini terdengar konyol. Pasalnya keperawanan tidak ada hubungannya dengan cara berjalan yang ditentukan oleh fisik tiap-tiap wanita. Misalnya seberapa lebar tulang pinggul atau seberapa besar lingkar pahanya.

Mitos #2Rambut di antara alis rontok setelah wanita kehilangan keperawanannya. Mitos yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana jika seorang wanita memang tidak memiliki rambut di antara alis atau alisnya memang tidak tersambung sama sekali?

Mitos #3Pantat wanita yang bundar seketika jadi rata setelah tidak perawan. Jika ini benar, bagaimana dengan wanita yang terlahir dengan bagian pantat yang memang kurang berisi? Lagipula keelastisan otot bagian tubuh tersebut tidak akan terpengaruh setelah seorang wanita bercinta.

Mitos #4Wanita yang perawan memiliki payudara yang menunjuk ke atas. Tidak benar, buktinya banyak juga wanita perawan yang memiliki payudara kendor.

Mitos #5Payudara jadi tambah besar jika wanita kehilangan keperawanan. Sebenarnya mitos ini dikaitkan dengan kemaluan pria yang 'membengkak' ketika terangsang. Sifatnya pun sementara dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa ukuran payudara adalah penanda keperawanan seorang wanita.

Mitos #6Urine wanita perawan sangat bersih dan berkilauan. Jangan percaya mitos yang satu ini. Sebab keperawanan tidak bisa dibuktikan dengan tes urine layaknya kehamilan. Lagipula kualitas urine tergantung pada kebiasaan minum seseorang.

Mitos #7Wajah wanita yang tidak perawan berbeda dengan yang masih perawan. Hal ini biasanya dikatakan oleh para pria. Jika benar begitu, seperti apa perbedaannya? Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab karena hal itu cuma mitos dan tidak benar.

Mitos #8Wanita perawan akan mengalami pendarahan ketika bercinta untuk yang pertama kalinya, jika tidak, artinya wanita itu sudah tidak perawan. Inilah mitos yang cukup beredar luas dan dipercaya banyak orang. Sekarang, mari kita bongkar faktanya.

Pendarahan ketika bercinta biasanya terjadi ketika selaput dara robek. Padahal, bisa jadi seorang wanita sudah pernah mengalami pendarahan tersebut dan bukan gara-gara bercinta, melainkan akibat olahraga berat atau kecelakaan.

Selain itu, beberapa wanita yang masih perawan bisa jadi memiliki selaput dara yang sangat fleksibel. Sehingga selaput tersebut tidak robek dan wanita tidak mengalami pendarahan.

Itulah berbagai mitos populer tentang keperawanan wanita. Setelah terbongkar, apakah Anda masih percaya dengan semua hal tersebut?

Baca juga:3 Masalah mata yang tak boleh diabaikanSindrom mata kering serang pegawai kantoran7 Hal yang merusak kesehatan mataMata kedutan: Penyebab dan cara mengatasinya10 Cara merawat kesehatan mata (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP