Ajaran kesetaraan bikin kaum Quraisy tolak masuk Islam

Kaum budak, miskin dan lemah dianggap tercipta melakukan pekerjaan yang paling hina dan paling sulit dalam kehidupan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ajaran kesetaraan bikin kaum Quraisy tolak masuk Islam
Mekkah. ©2012 Shutterstock/ayazad

Peristiwa Nabi Muhammad SAW yang ditegur oleh Allah SWT karena mengabaikan lelaki orang tua dan buta, Bin Ummi Maktum, segera tersebar luas seantero Mekah. Semenjak itu Rasulullah SAW berprinsip untuk menjalankan perintah Allah SWT agar tak ada kesenjangan di antara umat.Bagi kaum mukminin, teguran Allah lewat ayat-ayatnya justru menghadirkan kegembiraan. Tetapi tidak dengan kaum pembesar Quraisy. Kaum Quraisy yang dikenal sebagai bangsa bangsawan Mekkah tidak mau disejajarkan dengan muslim lain yang berasal dari kalangan budak dan hamba sahaya. Upaya Rasul mempersaudarakan sebagian muslim dianggap merendahkan dan mengusik keuntungan sosial yang telah kaum Quraisy nikmati selama ini.Mereka menilai, bagaimana mungkin agama Islam menyamakan para bangsawan Quraisy dengan para budak yang mereka beli? Bagaimana hidup bisa berjalan normal jika tidak ada budak yang bisa diperintah untuk melayani kebutuhan mereka? Apakah keadilan harus diwujudkan dengan menyetarakan antara orang kaya dan orang miskin?Sehingga tradisi Jahiliah yang menempatkan orang kaya di atas orang miskin dan menjadikan orang yang kuat di atas orang yang lemah harus dipertahankan. Kekuasaan dan kepemimpinan hanya dimiliki oleh orang yang kaya dan kuat. Kaum miskin dan lemah hanya bisa pasrah menerima nasib. Maka bagaimana mungkin persamaan derajat manusia dapat melahirkan keadilan? Bisakah kesetaraan itu menjadi prinsip penting dalam akidah, moralitas, dan hukum?Pikiran-pikiran itulah yang menjadi dasar penolakan kaum Quraisy dan bangsa Arab waktu itu. Kaum budak, miskin dan lemah dianggap tercipta untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang paling hina dan paling sulit dalam kehidupan sehari-hari. Budak dan hamba sahaya tidak mempunyai hak selain yang diberikan oleh majikan mereka. Kesetaraan yang dibawa Islam dianggap mimpi terburuk yang tidak pernah mereka bayangkan. Oleh karena itu, mereka terus berusaha memerangi ajaran yang merusak mental para budak dan orang-orang lemah itu.

Rekomendasi