• اِنْ هُوَ اِلَّا رَجُلٌۢ بِهٖ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوْا بِهٖ حَتّٰى حِيْنٍ

    25. In huwa illā rajulum bihī jinnatun fa tarabbaṣū bihī ḥattā ḥīn(in).

    Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan.”

Sumber: Kementrian Agama Republik Indonesia