Lebih cepat 100 hari, PT Mardhika Arta Upaya lakukan pengecoran terakhir JB Tower

Senin, 7 Mei 2018 19:04 Reporter : Idris Rusadi Putra
Lebih cepat 100 hari, PT Mardhika Arta Upaya lakukan pengecoran terakhir JB Tower PT Mardhika Arta Upaya. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Mardhika Arta Upaya (MAU) melakukan pengecoran terakhir (topping-off) gedung perkantoran yang diberi nama JB Tower. Hal ini sekaligus menjadi bentuk perwujudan komitmen manajemen PT Mardhika Artha Upaya kepada para stakeholders.

Direktur PT Mardhika Artha Upaya (MAU), Edi Susilo mengatakan,JB Tower adalah sebuah gedung perkantoran masa depan yang hemat energi di segitiga emas Jakarta Pusat. JB Tower katanya menjadi jawaban bagi kebutuhan pengusaha dan pebisnis di Jakarta. Total investasi PT Mardhika Artha Upaya sendiri dalam membangun JB Tower mencapai lebih dari Rp 1,1 triliun.

"JB Tower kami bangun dalam kerja sama Asiacross Group Indonesia (PT MAU) dengan Asiawide Group - Singapore yang dalam afiliasinya dengan Asia Quest Group - Malaysia, telah sukses mengembangkan berbagai High Rise Building di Singapura, Tiongkok dan Malaysia," jelas Edi di Jakarta.

Pembangunan JB Tower di area lahan seluas 5.816 m2, menghasilkan 35.000 m2 luas area yang dapat disewakan, yang sebagian besar diperuntukkan bagi perkantoran, dengan menyisihkan 3.000 m2 semigross untuk restoran and retail. Di samping itu, terdapat areal seluas 1.500 m2 dari lahan tersebut yang secara khusus didedikasikan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan jalur pejalan kaki.

Selain mengadopsi konsep ramah lingkungan, PT Mardhika Artha Upaya juga sangat serius dalam menempatkan kekhasan budaya lokal dalam desain bangunannya sehingga tercipta harmoni antara modernitas, ramah lingkungan, kekuatan, kualitas dan kultur setempat, dengan mengusung konsep tradisional Betawi.

Project Manager JB Tower, N. Jahja Gozal menyebut bahwa gedung JB Tower sangat unik. Dengan konsep dasar berupa kumpulan box/kotak yang membentuk komposisi menjulang ke atas, sebagai simbol dari semangat dunia bisnis yang terus bertumbuh mencapai kesuksesan. Lokasi gedung juga turut andil dalam konsep JB Tower.

Gedung ini sendiri berada di sekitar Monas yang merupakan pusat dan simbol Kota Jakarta, membuat JB tower juga dengan bangga menampilkan kultur/budaya Jakarta, yang lebih akrab disebut Betawi. Unsur Betawi ditampilkan dalam ragam hias kekinian dari ondel-ondel dan abang-none di sekeliling gedung. Di samping mengusung teknologi canggih ramah lingkungan seperti water conservation dan energy efficiency, JB Tower juga merupakan bangunan yang kokoh, yang dalam desain strukturnya disimulasikan untuk mampu bertahan terhadap gempa berkekuatan hingga 8.5 skala Richter.

"Inilah keunggulan-keunggulan utama yang membedakan kami dengan gedung-gedung yang sudah terlebih dulu eksis di kawasan ini. Singkatnya, JB Tower adalah sebuah gedung dengan penampilan yang unik yang mengusung kekhasan kota Jakarta, kokoh dan sekaligus ramah lingkungan. Diharapkan nanti, JB Tower akan tampil menjadi salah satu icon kota Jakarta."

Menurutnya, target utama penyewa JB Tower adalah perusahaanperusahaan yang sudah terbiasa beroperasi di daerah Thamrin dan sekitarnya, baik itu perusahaan nasional maupun multinasional, terutama perusahaan yang sangat peduli akan pentingnya penerapan konsep green building.

"Kepada calon penyewa, rata-rata ditawarkan harga-sewa sekitar Rp 300.000 per-m2 per bulan, tergantung pada luas lantai yang disewa," jelasnya.

Direktur Leads Property, Marketing Agent JB Tower, Darsono Tan menargetkan, sebelum pembangunan selesai 100 persen, gedung telah terisi sekitar 60 persen. Melihat kondisi saat ini, walaupun banyak ruang kantor yang tersedia di pasaran, tetapi di kawasan Kebon Sirih sendiri penyerapan ruang kantor cukup tinggi, dimana tingkat hunian perkantoran di kawasan ini masih berada di atas angka 89 persen."

Disamping sebagai Marketing Agent, Leads Property juga dipercaya oleh Management PT Mardhika Artha Upaya dalam urusan pengelolaan gedung JB Tower. JB Tower dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti coffee shop, restaurant, banking hall, ATM, nursery room, convenience store.

Di samping keberadaannya di pusat kota Jakarta, yang dekat dengan Monas yang merupakan landmark kota Jakarta, JB Tower dekat sekali dari pusat kuliner Sabang dan Wahid Hasyim, yang berada dalam radius 1 Km dari Stasiun Gambir.

Sebagai informasi, pelaksanaan Topping-Off ini awalnya direncanakan pada bulan Agustus tahun 2018. Tapi berkat kerja sama yang sangat baik dalam tim JB Tower, yang terdiri dari Manajemen MAU, kontraktor, konsultan, dan lain-lain, topping-Off dapat terlaksana 100 hari lebih awal dari jadwal semula.

Gedung ini direncanakan selesai dibangun pada kuarter pertama tahun depan dan diharapkan akan dapat memulai operasional nya sebelum kuarter ke-4, atau sebelum Oktober 2019. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Properti
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini