Wasekjen PDIP sebut keputusan cawapres Jokowi di tangan Megawati
Merdeka.com - Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan keputusan calon wakil presiden pendamping Joko Widodo berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bukan tim internal penjaringan cawapres. Menurutnya, Megawati memiliki hak prerogatif untuk memutuskan capres dan cawapres sesuai dengan aturan AD/ART PDIP.
"Saya juga menduga bahwa artinya cawapres akan diputuskan dengan hak prerogatif ketua umum. Karena ini ada di AD/ART," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).
Basarah menuturkan, PDIP telah menyiapkan beberapa kriteria bagi calon pendamping Jokowi. Kriteria itu dirancang dan diputuskan dalam Rakernas beberapa waktu lalu. Kriteria pertama yakni cawapres Jokowi harus orang yang nasionalis.
"Pemimpin bangsa yang diwakili oleh presiden dan wakil presiden karena presiden adalah kepala pemerintahan dan kepala negara. Ideologi nasionalismenya harus clear dulu," ujarnya.
"Cawapresnya juga harus orang nasionalis. Nasionalis pastilah religius, karena nasionalisme Indonesia adalah Pancasila yang sila pertama adalah ketuhanan," sambungnya.
Dia menjelaskan, cawapres Jokowi harus memiliki visi untuk membangun negara sesuai amanat alinea keempat UUD 1945. Kemudian, PDIP menginginkan cawapres Jokowi mampu mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Visi kenegaraannya clear membangun tujuan bernegara sebagaimana alinea keempat UUD 1945. Melindungi bangsa dan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia," tegas Basarah.
Tak hanya itu, kata Basarah, PDIP mencari sosok cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi. Syarat berikutnya adalah memiliki kecocokan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta.
"Syarat kedua adalah syarat elektoral. Artinya cawapres pak Jokowi adalah figur yang bisa menambah elektabilitas pak Jokowi bukan malah menurunkan. Ini sedang kami cari," tambahnya.
Partai berlambang banteng moncong putih, lanjut dia, melakukan survei untuk mencari sosok cawapres yang tepat untuk Jokowi. Hasilnya, terdapat 12 lebih sosok yang akan masuk penjaringan.
"Kami melakukan survei. Ada banyak nama yang kami survei. Ada 12 lebih, cek saja," ungkap Basarah.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya