Wapres Gibran Temui Panglima Jilah di Mempawah, Pertimbangkan Rumah Adat Dayak: Fakta Unik Kunjungan ke Pedalaman Kalimantan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu Panglima Jilah di Mempawah, Kalimantan Barat, menampung aspirasi pembangunan rumah adat Dayak. Simak detail kunjungan bersejarah ini!
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan penting ke Kecamatan Toho, Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 23 Agustus. Kunjungan ini bertujuan untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat setempat, termasuk usulan pembangunan rumah adat yang sangat dibutuhkan.
Kedatangan Gibran di wilayah pedalaman Kalimantan ini merupakan respons atas undangan peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Panglima Jilah, pemimpin Pasukan Merah TBBR dari suku Dayak. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan mereka kepada pemerintah pusat.
Panglima Jilah, atau Pangalangok Jilah, secara langsung menyampaikan keluhan mengenai ketiadaan rumah adat bagi warga TBBR yang selama ini hanya mengandalkan tenda. Beliau berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan fasilitas budaya penting tersebut di lokasi strategis yang dikelilingi pemandangan indah.
Aspirasi Masyarakat Dayak dan Respons Wapres
Dalam sambutannya di Lapangan Keramat Patih Patinggi, Desa Sepang Tokong, Panglima Jilah mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan Wakil Presiden. Beliau menyoroti kondisi masyarakat TBBR yang belum memiliki rumah adat permanen, sehingga aktivitas budaya seringkali terhambat oleh keterbatasan fasilitas.
Panglima Jilah secara tegas meminta dukungan pemerintah untuk membangun rumah adat di daerah tersebut. Lokasi yang diusulkan berada di tengah pegunungan, menawarkan potensi sebagai destinasi budaya dan wisata yang menarik jika dilengkapi dengan fasilitas memadai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Gibran menegaskan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pembangunan. Ia menyatakan bahwa fokus pembangunan tidak akan lagi terpusat hanya di Pulau Jawa, melainkan akan merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Gibran berjanji akan mempertimbangkan pembangunan rumah adat bagi masyarakat TBBR. Ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Mempawah, untuk meninjau anggaran dan lokasi yang paling sesuai demi mewujudkan harapan tersebut.
Detail Kunjungan dan Sambutan Adat
Setelah menyelesaikan agenda di Pontianak, Wapres Gibran dan rombongan terbatas melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Mempawah menggunakan helikopter. Perjalanan udara selama 30 menit ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjangkau daerah pedalaman.
Setibanya di Lapangan Keramat Patih Patinggi, Gibran disambut hangat oleh pimpinan adat Suku Dayak, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, dan Bupati Mempawah Erlina. Sambutan adat yang kental terasa saat pimpinan adat menyematkan rompi kain tenun Iban khas Suku Dayak kepada Wapres.
Antusiasme warga setempat terlihat jelas saat Gibran menyalami mereka yang telah lama menanti. Prosesi penyambutan semakin meriah dengan penampilan tarian kolosal oleh pemuda Bangkule Rajakng, yang memukau hadirin meskipun tampil tanpa alas kaki di bawah terik matahari.
Agenda Lain Kunjungan Wapres
Selain memenuhi undangan peringatan HUT Panglima Jilah dan menampung aspirasi pembangunan rumah adat, kunjungan Wapres Gibran juga memiliki agenda penting lainnya. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat di Mempawah.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran turut menyaksikan peluncuran beberapa program sosial yang signifikan. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat setempat.
Berikut adalah beberapa program yang diluncurkan atau disaksikan oleh Wapres Gibran selama kunjungannya:
- Peluncuran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)
- Pembagian pin Dayak Anak Cerdas
Sumber: AntaraNews