Menurut Ganjar, demi bisa memperkuat pertahanan dan keamanan negara, konsistensi dalam perencanaan menjadi faktor sangat penting.
Calon presiden (capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo mengkritik pembelian alutsista bekas dan kebijakan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan saat tampil dalam debat ke tiga bertema pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopololitik di KPU.
Tak sekadar mengkritik, Ganjar memberikan solusi dengan memaparkan program gagasannya yang lebih sakti untuk memperkuat pertahanan negara. Antara lain, mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.
"Pembelian alutsista itu sebenarnya dalam konteks government yang penting. Yang kedua adalah pengembangan industri pertahanan dalam negeri," kata Ganjar dalam kunjungan di Cilacap, Selasa (9/1).
Advertisement
Seperti contoh, PT PAL Indonesia telah memproduksi kapal selam, bekerjasama dengan Korea Selatan. Menurutnya, pengembangan industri dalam negeri harus dilanjutkan dan ditingkatkan karena itu merupakan kekuatan anak bangsa.
"Saya contohkan bagaimana PT PAL membuat kapal selam yang sudah kerjasama dengan Korsel itu mesti dilanjutkan jangan dipotong. Karena itu kekuatan bangsa ya, kekuatan anak bangsa yang ada teknolgi yang mesti kita jaga," ungkapnya.
Advertisement
"Jadi keajegan dalam perencanan itu penting, jangan bolak balik. Sekali lagi itu penting. Maka butuh disusun buku putih pertahanan Indonesia,"
tandas Ganjar.