Trivia: PWI Lahir di Surakarta! Gubernur Jateng: PWI Pengawal Bangsa, Kapal Besar Hadapi Tantangan

Gubernur Jawa Tengah mengibaratkan PWI Pengawal Bangsa sebagai kapal besar yang siap menghadapi tantangan. Pengukuhan pengurus baru PWI Pusat digelar di Surakarta, kota kelahirannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: PWI Lahir di Surakarta! Gubernur Jateng: PWI Pengawal Bangsa, Kapal Besar Hadapi Tantangan
Gubernur Jawa Tengah mengibaratkan PWI Pengawal Bangsa sebagai kapal besar yang siap menghadapi tantangan. Pengukuhan pengurus baru PWI Pusat digelar di Surakarta, kota kelahirannya. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengibaratkan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan kepengurusan barunya sebagai sebuah kapal besar. Kapal ini digambarkan sebagai pengawal bangsa yang tengah berlabuh, siap mengarungi lautan tantangan secara bersama-sama. Pernyataan ini disampaikan Luthfi saat menghadiri Malam Silaturasa PWI di Taman Balekambang, Surakarta.

Acara penting tersebut berlangsung pada Sabtu (4/10), dengan Luthfi menekankan perlunya kebersamaan di antara pengurus baru PWI. Kebersamaan ini sangat penting agar organisasi dapat menghadapi berbagai terpaan gelombang tantangan yang mungkin datang. Harapan besar ditujukan kepada kepengurusan baru PWI Pusat periode 2025–2030.

Luthfi juga menyampaikan selamat atas pengukuhan pengurus PWI Pusat yang baru dan mengungkapkan kebanggaannya. Malam Silaturasa yang diselenggarakan di Jawa Tengah ini menjadi momen istimewa bagi provinsi tersebut. Kehadiran para “pendekar bangsa” dari seluruh Indonesia di Surakarta menjadi sebuah kehormatan.

Gubernur Luthfi menggunakan analogi pelaut untuk menggambarkan kekuatan dan kepercayaan yang harus dimiliki PWI. Menurutnya, “Kalau teorinya orang pelaut, orang pelaut itu menjadi kuat dan terpercaya kalau bisa mengatasi gelombang-gelombang di tengah lautan.” Hal ini menjadi tantangan besar bagi pengurus PWI yang baru.

Luthfi berharap kebersamaan yang terjalin dalam acara Malam Silaturasa dapat terus berlanjut. Semangat persatuan ini diharapkan mampu membimbing PWI dalam mengemban tugasnya sebagai pengawal bangsa. Dukungan penuh diberikan kepada kepengurusan baru agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Luthfi menyampaikan rasa bangganya atas kedatangan para anggota PWI dari seluruh Indonesia. Provinsi Jawa Tengah dan masyarakatnya merasa terhormat menjadi tuan rumah acara penting ini. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan semangat kebersamaan insan pers nasional.

Menurut Ahmad Luthfi, pers merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dari konsep pemerintahan kolaboratif. Konsep ini telah ia bangun di Jawa Tengah untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan partisipatif. Insan pers memiliki peran vital dalam ekosistem ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senantiasa menggandeng insan pers untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah untuk memberikan pendidikan yang relevan kepada masyarakat. Selain itu, pers juga diharapkan mampu memberikan kritik konstruktif yang membangun demi kemajuan daerah.

Luthfi meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pers menjadi prioritas utama. Melalui peran pers dalam menyebarluaskan informasi, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin erat. Insan pers dengan kapasitasnya mampu menjembatani komunikasi efektif antara kedua belah pihak.

Pemerintah juga dapat menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta edukasi kepada masyarakat melalui media. Termasuk di dalamnya adalah program-program prioritas yang diusung oleh Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin. Peran ini menjadikan pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta. Apresiasi tinggi diberikan atas terselenggaranya Malam Silaturasa yang sukses dan berkesan. Acara ini menjadi momentum penting bagi PWI.

Munir menjelaskan bahwa Malam Silaturasa merupakan bagian dari rangkaian acara pengukuhan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030. Kota Surakarta dipilih sebagai lokasi acara karena memiliki nilai sejarah yang mendalam bagi PWI. Kota ini merupakan tempat kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.

Pengukuhan pengurus baru PWI Pusat dilakukan di Monumen Pers Nasional, Surakarta. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk napak tilas sejarah lahirnya PWI dengan semangat persatuan dan perjuangan. Munir juga menyoroti bahwa hampir dua tahun terakhir PWI sempat mengalami perpecahan, sehingga momen ini sangat penting untuk rekonsiliasi.

Melalui acara tersebut, Munir berharap semangat untuk berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa dan pembangunan terus menyala. Ia juga berharap kolaborasi antara PWI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kota Surakarta dapat terus berjalan baik. Dukungan dari pemerintah daerah memberikan semangat baru bagi PWI.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi