TKN soal BPN Lapor Bawaslu: Apa Karena Kalah Kemudian Mencari Kesalahan?

Jumat, 10 Mei 2019 17:17 Reporter : Sania Mashabi
TKN soal BPN Lapor Bawaslu: Apa Karena Kalah Kemudian Mencari Kesalahan? Ace Hasan Sadzili. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang baru melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Seharusnya, kata dia, pelaporan dilakukan sejak lama ketika menemukan bukti kecurangan pemilu.

"Jika proses kecurangan tersebut dilakukan jauh sebelum pelaksanaan pemilu, kenapa baru dilaporkan sekarang? Apa karena mereka sudah kalah kemudian mencari kesalahan? Lalau misalnya menemukan kecurangan ya jauh jauh hari disampaikan ke yang otoritas mendalami kecurangan itu," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut Ace pelanggaran dalam pemilu perlu dibuktikan. Sehingga tidak menimbulkan penilaian yang subjektif.

"Bagi kami kecurangan itu harus juga dibuktikan dan yang membuktikannya itu kan bukan mereka sendiri. Kalau mereka sendiri yang mengatakan kecurangan tetapi perspektif mereka ya itu namanya subjektif sekali ya," ungkapnya.

Tambahnya, selama ini BPN juga tidak pernah membuktikan kemenangan yang telah diklaim. Padahal, lanjut Ace, hal itu juga harus dibuktikan kebenarannya.

"Sama istilah brutal ada enggak brutal itu di dalam UU. Pembuktian terhadap istilah terstruktur sistematis masif itu ada bukti bukti yang konkret, faktual," ucapnya.

"Kedua kalau misalnya ada satu dua kecurangan itu tinggal dibuktikan. tetapi apakah satu dua kecurangan di TPS itu kemudian bisa digeneralisir? sementara TPS yang ada jumlahnya 800ribu. Saya konsisten mengatakan itu halusinasi," tandasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini