TKN Jokowi Akan Patungan Beri Santunan Keluarga KPPS yang Meninggal

Jumat, 26 April 2019 17:21 Reporter : Intan Umbari Prihatin
TKN Jokowi Akan Patungan Beri Santunan Keluarga KPPS yang Meninggal Pemakaman petugas KPPS di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy menjelaskan, pihaknya akan memberikan santunan kepada para keluarga korban petugas KPPS. Rencananya para keluarga yang ditinggalkan akan diberikan sekitar Rp 2 juta per orang.

"Saya sudah mengajukan usulan kepada Pak Erick nanti sekitar Rp 2 juta per orang," kata Lukman di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Sumbangan tersebut akan dikoordinasikan oleh Ketua TKN, Erick Thohir. Setelah dikumpulkan sumbangan tersebut, beberapa hari ke depan mereka akan memberikan kepada pihak KPU. Kemudian akan diteruskan untuk para petugas KPPS.

"Satu-dua hari ke depan menunggu pak erick pulang dari luar kota, kemudian kami akan serahkan secara resmi kepada KPU untuk diteruskan kepada 225 petugas KPPS yang ada di lapangan. Sekaligus ingin meninjau war roomnya KPU," ungkap Lukman.

Saksi 01 Juga Jadi Korban

Tidak hanya pihak KPPS KPU, Lukman menjelaskan, saksi dari 01 juga menjadi korban di Jeddah, Arab Saudi yaitu Bahriman Bin Sumadi. Lukman menjelaskan, Bahriman meninggalkan seorang istri yang sedang hamil tua.

Dia menceritakan, Bahriman menjadi saksi semenjak perhitungan suara di luar negeri pada 17 April. Dimulai pukul 08.00 WIB Bahriman kata Lukman sudah bertugas. Dan selesai hingga 18 April sekitar pukul 08.00 WIB.

"Selesai jam 8 pagi langsung dibawa ke rumah sakit Jeddah, RS King Fahat Jeddah di ruang ICU sampai Kamis pagi. Kemudian Kamis itu jam 5 sore beliau meninggalkan kita semua," kata Lukman.

Atas kejadian tersebut, pihak TKN pun kata Lukman juga akan memberikan santunan. Dan rencananya akan diberikan ketika Istri dari Bahriman kembali ke Indonesia.

"Kami direktorat saksi sudah memutuskan kepada TKN iuran untuk memberikan santunan yang layak kepada istri beliau yang sedang hamil tua yang Insya Alloh nanti akan pulang ke Indonesia. Mudah-mudahan tidak ada lagi, kami baru dapat 1 laporan itu," kata Lukman.

Seperti diketahui, data KPU, hingga Kamis (25/4), korban meninggal dunia mencapai 225 jiwa. "Data per 25 April pukul 18.00 WIB yang wafat 225, sakit 1.470. Total 1.695," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz saat dikonfirmasi Kamis (25/4) malam. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini