Temukan 25 juta pemilih ganda, para sekjen kubu Prabowo tolak rencana pleno KPU

Senin, 3 September 2018 22:47 Reporter : Ahda Bayhaqi
Temukan 25 juta pemilih ganda, para sekjen kubu Prabowo tolak rencana pleno KPU Sekjen kubu Prabowo-Sandiaga. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak rencana KPU menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada pleno yang akan dilakukan Rabu (5/9). Sebab, pihaknya menemukan masih ada 25 juta data pemilih ganda dari 137 juta data pemilih sementara (DPS) yang mereka terima.

"Kami konfirmasi lagi ke KPU dari data itu, dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda," kata Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (2/9).

Pihaknya menemukan satu nama dengan alamat dan NIK yang sama, digandakan hingga 11 kali.

"Di beberapa dapil ditemukan beberapa nama, bahkan satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS. Kami dengan ini meminta sebelum ditetapkan oleh KPU disegerakan dulu semua data DPS yang sudah diupdate," jelas Mustafa.

Temuan tersebut dibincangkan dalam rapat para sekretaris jenderal Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat, malam ini. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menuturkan masih ada 45 juta data pemilih yang belum diterima partai.

Karena itu, koalisi oposisi ini bersikap akan menolak pleno penetapan DPT KPU, sebelum semua data pemilih sementara diserahkan kepada semua partai politik.

"Maka kami minta KPU menyerahkan data 185 juta pemilih itu terlebih dahulu. Kami ingin pilpres dan pileg berlangsung jujur dan adil," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini