Tahukah Anda? Empat Pilar Kebangsaan Diibaratkan Aplikasi Utama di Ponsel, Fondasi Kuat Hadapi Disrupsi Global

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan Empat Pilar Kebangsaan adalah acuan lengkap kehidupan berbangsa, ibarat aplikasi utama di ponsel, penting hadapi disrupsi global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Empat Pilar Kebangsaan Diibaratkan Aplikasi Utama di Ponsel, Fondasi Kuat Hadapi Disrupsi Global
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan Empat Pilar Kebangsaan adalah acuan lengkap kehidupan berbangsa, ibarat aplikasi utama di ponsel, penting hadapi disrupsi global. (Merdeka.com)

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, baru-baru ini menyoroti pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai landasan fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Lestari di Jakarta pada Minggu, 21 September, menekankan relevansi nilai-nilai tersebut.

Beliau menegaskan bahwa Empat Pilar tersebut merupakan warisan berharga dari para pendahulu bangsa yang harus terus dipegang teguh oleh seluruh elemen masyarakat. Hal ini disampaikan dalam konteks menghadapi berbagai tantangan global dan disrupsi teknologi yang semakin kompleks.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lestari Moerdijat secara khusus menyoroti peran sentral dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Empat Pilar sebagai Fondasi Kehidupan Berbangsa

Lestari Moerdijat menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan mencakup Pancasila sebagai jiwa bangsa, UUD 1945 sebagai aturan yang wajib dipatuhi, NKRI sebagai wilayah hidup, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan persatuan. "Nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa kita, UUD 1945 sebagai aturan yang harus dipatuhi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wilayah hidup kita, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan yang kita miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita jalani," kata Lestari. Penjelasan ini memberikan gambaran komprehensif tentang fungsi masing-masing pilar.

Dalam menghadapi dinamika global dan disrupsi teknologi yang terus berkembang, kesadaran kolektif untuk berpegang teguh pada fondasi ini menjadi sangat krusial. Fondasi yang kokoh ini diharapkan mampu membentengi bangsa dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam stabilitas dan persatuan.

Beliau menganalogikan Empat Pilar Kebangsaan ini seperti sebuah aplikasi pada ponsel pintar. Pancasila, dalam analogi ini, diibaratkan sebagai aplikasi utama atau inti yang ada di dalam ponsel tersebut. Sila-sila yang terkandung dalam Pancasila berfungsi sebagai fitur-fitur yang membantu pemahaman dan filter dalam menjalani kehidupan bernegara.

Menghidupkan Kearifan Lokal dan Solidaritas Nasional

Selain pilar-pilar utama, Lestari Moerdijat juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai ini berperan penting dalam membangkitkan solidaritas, toleransi, dan kepedulian di antara sesama warga negara. Keberadaan kearifan lokal dapat memperkaya khazanah budaya bangsa.

Menurutnya, keutuhan wilayah NKRI sepenuhnya berada di tangan setiap anak bangsa. Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat persatuan serta kesatuan. Upaya kolektif ini menjadi kunci dalam mempertahankan integritas teritorial dan identitas nasional.

Lestari menambahkan bahwa keberhasilan sejati terletak pada kemampuan bangsa untuk bersatu dan memecahkan persoalan melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. "Sebuah keberhasilan adalah jika mampu bersatu dan mampu memecahkan persoalan dengan pendekatan berbagai sudut pandang, karena itu persatuan bangsa menjadi suatu hal yang harus terus diwujudkan," ujarnya. Persatuan bangsa harus terus diupayakan sebagai tujuan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi