Surat Novanto tunjuk Aziz Syamsuddin jadi Ketua DPR dinilai ilegal

Minggu, 10 Desember 2017 15:46 Reporter : Ahda Bayhaqi
Surat Novanto tunjuk Aziz Syamsuddin jadi Ketua DPR dinilai ilegal Aziz Syamsuddin diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua DPR Setya Novanto dikabarkan telah memberikan surat pengunduran diri sekaligus menunjuk Azis Syamsuddin untuk menggantikannya. Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan, surat itu ditandatangani Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Idrus Marham selaku Sekjen. Dia mengaku bingung dengan kondisi tersebut.

"DPP kemarin sudah melakukan rapat pleno dan sudah ditunjuk PLT-nya itu Idrus Marham, jadi sekarang DPP ini pemegang kendalinya siapa sebetulnya? Kenapa sudah di Plt kan, Idrus sebagai Plt ketua umum tapi tiba-tiba, surat yang ditandatangani Setya Novanto dan Idrus Marham masih dianggap berlaku," ungkap Doli di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/12).

Dia protes dengan cara penunjukan Ketua DPR pengganti Novanto. Seharusnya, penunjukan Ketua DPR diawali pleno Partai Golkar sebagai pemegang jatah kursi ketua. Dari pleno baru diteruskan ke DPR. Karena itu Doli menganggap surat Novanto ilegal karena tidak sesuai dengan mekanisme.

"Semua mekanisme itu tidak dilakukan tiba-tiba terbit surat yang menurut saya ilegal. Kenapa ilegal karena tidak sesuai mekanisme organisasi," ucap dia.

Mantan ketua GMPG itu mendorong DPR tidak melanjutkan surat tersebut. Sebab, itu tidak sesuai dengan mandat partai melainkan hanya kepanjangantangan kepentingan Setya Novanto semata.

"Oleh karena itu karena ilegal patut ditolak dan tidak diteruskan di DPR. Oleh karena itu menurut saya harus ada gerakan penolakan dari temen-temen anggota DPR," kata dia.

Saat ditanya mengenai sumber informasi surat penunjukan tersebut, Doli mengakui belum melihat aslinya. Ia baru mendapatkan informasi dari teman di DPR.

"Saya tidak melihat surat itu langsung, belum melihat, tetapi kan kita melihat ada pergerakan terus sampai hari senin yang memaksakan agar ada rapat paripurna itunya. Untuk ya meloloskan keinginan Setya Novanto itu," tukas dia.

Sebelumnya diberitakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengakui ada surat penunjukan Ketua Banggar Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto. Namun belum ada surat resmi yang diterima oleh pimpinan.

"Jadi itu adalah tentang status terakhir dari Pak Novanto. Memang ada informasi resmi tapi belum tertulis dari pihak keluarga beliau bahwa beliau sudah tandatangan pengunduran diri," ujar Fahri melalui pesan singkat diterima wartawan, Minggu (10/12). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini