Sudirman Said: Jateng harus keluar dari zona nyaman

Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menuturkan, Jawa Tengah harus keluar dari zona nyaman yang disebabkan budaya ayem tentrem. Sehingga warga menjadi tidak terlalu kritis atau kurang berani bersuara.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Sudirman Said: Jateng harus keluar dari zona nyaman
Sudirman Said santuni anak yatim di Tambora. ©2017 Merdeka.com/nur habibie

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan, Jawa Tengah harus keluar dari zona nyaman yang disebabkan budaya ayem tentrem. Sehingga warga menjadi tidak terlalu kritis atau kurang berani bersuara.

Menurutnya, masih banyak persoalan di Jawa Tengah yang perlu dibenahi. Salah satunya angka kemiskinan yang tinggi dibanding provinsi lain di Jawa.

"Dalam zona nyaman, pemimpin publik atau penyelenggara pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif tidak terpacu untuk berkompetisi," kata Sudirman Said di Grinsing, Batang, Jawa Tengah, Selasa (15/8).

Menurutnya, zona nyaman juga berdampak pada kepala daerah. Banyak kepala daerah yang berprestasi dan jujur, tapi ada juga yang terseret kasus korupsi. "Ini juga buah dari suasana zona nyaman tadi," imbuhnya.

Calon Gubernur Jawa Tengah ini mengatakan, zona nyaman itu harus dibuka agar seluruh stakeholder dapat memacu potensinya.

"Kita syukuri ekonomi Jateng sudah tidak lagi tergantung pada sumber daya alam. Dengan begitu ekonomi Jateng bisa dibangun dengan basis nilai tambah yang didorong oleh keahlian, keterampilan dan etos kerja manusianya," lanjut Sudirman.

Dalam pandangannya, yang harus dipacu habis adalah pembangunan sumber daya manusia agar mampu bersaing. Dia berharap Jawa Tengah bisa memperbaiki diri dan tampil menjadi provinsi maju. Dengan begitu warganya bisa hidup lebih sejahtera. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang berintegritas dan bisa memberi keteladanan sebagai bagian dari cara melayani warga.

Rekomendasi