Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding menilai, tak masalah jika Wakil Ketua MPR, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memanfaatkan jabatannya untuk kampanye sebagai cawapres Jokowi. Seperti diketahui, Cak Imin baru dilantik menjadi Wakil Ketua MPR pada Senin (26/3) siang tadi.
"Kalau soal itu, soal canggih-canggihnya orang, masing-masing, boleh aja. Kenapa? Memang haram? Kan enggak. Yang penting jangan sampai seluruh program itu untuk kepentingan itu," kata Karding di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/3).
Karding juga memastikan kinerja Cak Imin sebagai Wakil Ketua MPR tak akan terpengaruh dengan gencarnya sosialisasi sebagai cawapres. Termasuk hubungannya dengan Ketua MPR, Zulkifli Hasan dipastikan tetap baik dan tak menjadi soal.
"Pak Zul dengan Pak Muhaimin itu teman baik. Pernah sama-sama menteri, juga teman sebagai sesama ketua umum partai," sebutnya.
Terkait poros baru, Karding tetap pada keyakinannya bahwa kecil kemungkinan terbentuk poros ketiga dalam Pilpres 2019. Kemungkinan besar hanya akan ada dua poros sebagaimana Pilpres 2014.
"Saya selalu mengatakan bahwa yang sekarang mengerucut kemungkinan dua. Pak Jokowi didukung lima partai dan kemungkinan satu Pak Prabowo calon PKS dan Gerindra. Yang lain PAN dan Demokrat kita belum tahu seperti apa, tetapi mungkin kemungkinannya tidak terlalu besar," paparnya.
Tapi, lanjutnya, dalam politik berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. PKB sendiri akan tetap mendorong Cak Imin dapat dipasangkan dengan Jokowi.
"Karena begini, di PKB sendiri pemilihnya sebagian besar NU, mendorong agar Pak Muhaimin melengkapi pemerintahan Pak Jokowi. Dalam hal ini mudah-mudahan bisa menjadi cawapres Jokowi," pungkasnya.