Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen Demokrat pesan Jokowi harus kerja keras tingkatkan kepuasan rakyat

Sekjen Demokrat pesan Jokowi harus kerja keras tingkatkan kepuasan rakyat hinca panjaitan. ©2017 Merdeka.com/demokrat.or.id

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Jusuf Kalla (JK) harus bekerja keras untuk mempertahankan tingkat kepuasan masyarakat pada pemerintahan. Sebab, kata Hinca, ukuran ketidakpuasan di hasil survei lembaga Indo Barometer masih tinggi sekitar 28,5 persen.

"Pak Jokowi harus kerja keras tuh untuk mempertahankan atau menaikkan lagi. Apalagi kalau dilihat hasil ketidak puasannya pemerintahan Jokowi-JK ekonominya tinggi sekali," kata Hinca di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/11).

Menurutnya, merujuk pada hasil survei Indo Barometer, banyak masyarakat yang tidak puas karena di era Jokowi masih banyak pengangguran yakni sekitar 12,4 persen. Terlalu banyak pencitraan sebanyak 10,2 persen dan pembangunan yang kurang merata sebanyak 9,9 persen.

"Pengangguran masih banyak, terlalu banyak pencitraan, pembangunan kurang merata, kurang berwibawa, penegakan hukum belum adil, biaya listrik semakin naik, harga sembako makin naik, terlalu pro China," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, Jokowi juga harus memperbaiki kekurangannya secara nyata. Terutama dalam sektor ekonomi.

"Kalau saya sih yang real, masih ada waktu di sektor ekonomi ini. Kan pengamat juga selalu mengatakan daya beli kita turun, utang tinggi, karena jor-joran ke infrastruktur, penting untuk beliau perhatikan," tandasnya.

Untuk diketahui, lembaga Indo Barometer merilis hasli survei tingkat kepuasan kinjera Presiden Jokowi dan Wakilnya Jusuf Kalla (JK). Hasilnya 67,2 persen puas dan 28,5 persen tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, ada lima alasan utama publik tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK. Mulai dari pengangguran masih banyak, terlalu banyak pencitraan, pembangunan belum merata, kurang berwibawa dan juga penegakan hukum belum adil.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP