Sahroni Minta Kasus Polisi Tewas di Asrama Brimob Tak Ditutup-Tutupi

Ahmad Sahroni minta pimpinan TNI-Polri mengawal penanganan kasus polisi tewas di Asrama Brimob.

Delvira Hutabarat
Oleh Delvira Hutabarat - Reporter
Sahroni Minta Kasus Polisi Tewas di Asrama Brimob Tak Ditutup-Tutupi
<p>Bendahara Umum (Bendum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Sahroni (Nur Habibie/Merdeka.com)</p>

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong pimpinan TNI dan Polri berkoordinasi intens serta mengawal penanganan dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Polri di Asrama Brimob, Jalan KS Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (31/7/2026).

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Palmerah dan penanganannya kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Ia meminta proses penegakan hukum berjalan tegas dan transparan jika terbukti ada tindak pidana, dengan pengawasan langsung oleh pimpinan masing-masing institusi agar objektif.

Mabes TNI merespons pemberitaan terkait perkara ini dan menyampaikan pernyataan mengenai sikap institusi serta tahapan penyidikan yang sedang berjalan.

Kepada wartawan, Sahroni menekankan perlunya koordinasi dan pengawalan langsung oleh pimpinan TNI-Polri, baik di tingkat wilayah maupun pusat.

"Saya mendorong pimpinan TNI dan Polri, baik di tingkat wilayah maupun pusat, untuk berkoordinasi dan mengawal langsung penanganan kasus ini. Jika benar terjadi tindak pidana, maka siapapun pelakunya harus diproses secara tegas dan transparan," kata dia kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

"Jangan ada pihak yang berusaha melindungi siapa pun. Perkembangan kasus ini juga harus terus dimonitor oleh pimpinan masing-masing institusi agar proses hukumnya berjalan objektif dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," sambungnya.

Sahroni juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan baik antarinstitusi.

"Saya meyakini soliditas TNI dan Polri tetap kuat. Jangan sampai ulah segelintir oknum justru memicu gesekan yang lebih luas di lapangan. Justru cara terbaik membuktikan soliditas itu adalah dengan mengusut perkara ini secara terbuka, profesional, dan tanpa pandang bulu. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap kedua institusi juga akan tetap terjaga," kata dia.

Respons Mabes TNI Soal Penyidikan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan sikap resmi TNI atas pemberitaan dugaan penganiayaan yang menewaskan anggota Polri di Asrama Brimob.

"Terkait pemberitaan tersebut, kami menghormati semua proses hukum," kata Nas kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Nas, perkara ini masih berada pada tahap penyidikan oleh aparat berwenang dan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

"Saat ini perkara masih dalam tahap penyidikan oleh aparat yang berwenang, sehingga seluruh fakta hukum belum dapat disimpulkan," jelasnya.

Ia menegaskan, apabila pelaku terbukti merupakan anggota TNI, penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun perkara ini awalnya dilaporkan ke Polsek Palmerah sebelum dilimpahkan penanganannya ke Polres Metro Jakarta Barat.

Rekomendasi