Mahfud MD Blak-Blakan Negara Diatur Oligarki, Nama Kelompoknya ‘Peng-Peng’

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap tantangan demokrasi di Indonesia saat ini. Salah satunya, pada pengambilan keputusan negara.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Mahfud MD Blak-Blakan Negara Diatur Oligarki, Nama Kelompoknya ‘Peng-Peng’
Mahfud MD Blak-Blakan Negara Diatur Oligarki, Nama Kelompoknya ‘Peng-Peng’ (Merdeka.com)

'Apapun keputusannya ada di oligarki'

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap tantangan demokrasi di Indonesia saat ini. Salah satunya, pada pengambilan keputusan negara.

Mahfud menyebut, banyak kelompok kepentingan atau oligarki yang ikut campur mengambil keputusan negara. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Rakyat itu ya pemilu, pemilu, selesai, selesai. Lalu keputusan negara itu diatur oleh kelompok-kelompok oligarki. Yang biasanya merupakan koalisi atau kolaborasi antara penguasa politik dan pemilik modal besar," kata Mahfud, saat memberikan paparan di Kuliah Umum, di UGM, Jumat (6/10).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mahfud pun menyebut, ada istilah yang melekat pada kelompok oligarki yakni 'Peng-peng' penguasa-pengusaha. Hal tersebut, kata mahfud, menimbulkan banyaknya korupsi saat ini.

"Jadi konflict of interest di kalangan penguasa pemerintah, pejabat publik, legislatif dengan pengusaha pebisnis,” kata Mahfud.

"Jadi konflict of interest di kalangan penguasa pemerintah, pejabat publik, legislatif dengan pengusaha pebisnis,” kata Mahfud.<br>
Dok. Istimewa

“Itu sudah menjadi satu kekuatan yang sering kita berdebat apapun keputusannya ada di oligarki," ucap Mahfud. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lebih lanjut, Mahfud mencontohkan, saat mengambil keputusan Undang-undang. Jika kelompok oligarki memiliki kepentingan lain, perdebatan apapun tak akan berdampak pada keputusan yang akan diambil. 

Oleh karena itu, Mahfud menilai, kelompok oligarki menjadi tantangan demokrasi di Indonesia saat ini.

Oleh karena itu, Mahfud menilai, kelompok oligarki menjadi tantangan demokrasi di Indonesia saat ini.<br>
Dok. Istimewa

 "Ini apapun, UU kita apa berdebat kalau saudara enggak mampu kita ndak mampu meyakinkan oligraki ini atau oligarki ini punya kepentingan yang enggak bisa ditawar ini yang jadi. Ini tantangan demokrasi kita," imbuh Mahfud. 

Rekomendasi