Enam siswa berprestasi dari berbagai kabupaten/kota di Bali berhasil lolos seleksi awal Paskibraka Nasional. Mereka akan mewakili provinsi dalam tahapan seleksi lebih lanjut di tingkat pusat. Pengumuman ini disampaikan setelah proses seleksi ketat di tingkat provinsi Bali.
Hasil seleksi ini diumumkan pada Jumat malam, 9 Mei, setelah serangkaian tes selama tiga hari. Dari 90 peserta terbaik, 74 di antaranya ditetapkan sebagai Paskibraka Bali, termasuk enam yang melaju ke nasional.
Keberhasilan ini menunjukkan kualitas dan potensi para pelajar Bali dalam bidang kepaskibrakaan. Mereka dinilai memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali.
Advertisement
Advertisement
Proses Seleksi Ketat Hasilkan Calon Paskibraka Nasional Bali Terbaik
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali telah merampungkan seleksi calon Paskibraka tingkat provinsi. Seleksi ini melibatkan 90 peserta terpilih dari sembilan kabupaten/kota di seluruh Bali. Proses seleksi berlangsung selama tiga hari dengan berbagai tahapan penilaian.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali, I Komang Kusumaedi, menjelaskan detailnya. Ia menyebutkan bahwa 74 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Bali. Enam di antaranya memiliki nilai tertinggi untuk melanjutkan ke seleksi nasional.
Kusumaedi menambahkan, 16 siswa lainnya yang belum masuk pasukan provinsi akan kembali ke daerah. Mereka akan bertugas sebagai Paskibraka di tingkat kabupaten/kota masing-masing. Ini menunjukkan bahwa semua peserta memiliki potensi dan peran penting.
Advertisement
“Setelah seleksi selama tiga hari, sudah kami umumkan tengah malam tadi, dari 90 peserta 74-nya ditugaskan jadi Paskibraka Bali termasuk didalamnya enam orang laki-laki dan perempuan lanjut ke nasional,” kata I Komang Kusumaedi.
Advertisement
Enam Nama Pelajar Bali Siap Berjuang di Tingkat Nasional
Enam pelajar yang berhasil melaju ke seleksi Paskibraka Nasional berasal dari berbagai daerah di Bali. Mereka adalah I Made Dwi dari Kabupaten Badung, serta I Gusti Ngurah Agung Avara dari Kota Denpasar. Ada pula Kadek Pandu Ari yang mewakili Kabupaten Jembrana.
Dari sisi putri, Vadeline Angelia juga berasal dari Badung, menunjukkan kekuatan daerah tersebut. Ni Luh Made Pradnya mewakili Kabupaten Tabanan, sementara Ni Komang Gayatri berasal dari Kabupaten Karangasem. Keenamnya akan membawa harapan Bali di kancah nasional.
Kusumaedi memastikan bahwa ketiga pasang putra-putri ini memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan. Mereka menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyelesaikan berbagai tes. Selain itu, mereka juga memiliki karakter dan perilaku yang sangat baik.
Advertisement
Advertisement
Tes Komprehensif dan Catatan Sejarah Tanpa Gugur
Proses seleksi tingkat provinsi ini mencakup berbagai jenis tes yang komprehensif. Peserta diuji melalui psikotes, wawasan kebangsaan, dan intelegensi umum. Aspek kesehatan dan peraturan baris-berbaris (PBB) juga menjadi bagian penting penilaian.
Selain itu, tes kesamaptaan jasmani dan wawancara mendalam turut menentukan hasil akhir. I Komang Kusumaedi menyoroti fakta unik dalam seleksi tahun ini. “Baru kali ini sejarah tidak ada yang gugur, semua ikut sampai selesai luar biasa," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semua peserta mampu menyelesaikan seluruh tahapan seleksi. Penempatan posisi mereka, baik di tingkat provinsi maupun nasional, ditentukan oleh urutan nilai hasil tes. Meskipun ada yang sedih, mereka tetap menjadi bagian dari pasukan Paskibraka.
Advertisement
Setelah seleksi provinsi, para siswa dipulangkan ke daerah masing-masing untuk kembali bersekolah. Namun, enam siswa dengan nilai tertinggi akan dipersiapkan secara khusus oleh provinsi untuk seleksi Paskibraka Nasional.
Sumber: AntaraNews