Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, menilai positif pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) sebagai senior, mentor, dan idolanya. Ari menilai, sikap tersebut mencerminkan kedewasaan politik Gibran yang semakin matang dalam merespons dinamika nasional.
“Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla begitu "menohok" soal Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Hal ini tidak terlepas dari pelaporan terhadap JK ke kepolisian usai berceramah di Masjid UGM, Yogyakarta," kata Ari dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Menurut Ari, komunikasi yang dibangun Gibran tidak terlepas dari upayanya meredam meningkatnya tensi politik dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai, langkah Gibran dapat dipahami melalui teori komunikasi “spiral keheningan” yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann.
"Dalam teori komunikasi, upaya Gibran seperti ingin memecah spiral keheningan. Dari Elisabeth Noelle Neumann, seorang pakar politik dari Jerman, Gibran sepertinya ingin memecah dominasi arus pendapat umum tentang diri dan keluarganya,” ucap Ari.
Ari menambahkan, sikap tenang Gibran menunjukkan kemampuannya mengelola komunikasi publik tanpa memperkeruh situasi.
“Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah belajar banyak mengenai pola komunikasi yang benar,” tegasnya.
Advertisement
Gibran Anggap JK Senior dan Mentor
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka memandang Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla adalah idolanya. Hal itu dikatakan Gibran menanggapi pernyataan Jusuf Kalla beberapa hari lalu terkait perannya menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Ke-7 RI.
Gibran mengaku JK memang sudah sangat berpengalaman, terutama di bidang politik dan memiliki kontribusi besar di daerah konflik.
"Pak JK itu senior saya. Pak JK itu mentor juga. Beliau sudah sangat berpengalaman. Beliau banyak kiprah dan kontribusinya untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik," kata Gibran saat memberikan keterangan usai meninjau RSUD Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/4), demikian dikutip dari Antara.
Advertisement
Teladan dan Idola
Gibran juga menilai JK sebagai sosok senior dan mentornya, serta teladan untuk semua. Karena peran JK itu, Gibran mengaku berterima kasih atas masukan dan evaluasi dari Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu.
"Jadi Beliau (JK) itu adalah teladan untuk kita semua dan ya, saya sangat berterima kasih sekali untuk masukan-masukan dan juga evaluasi dari Pak JK," ujar gibran.
Gibran bahkan menganggap JK yang mendampingi sang ayah, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Presiden Ke-12 RI tersebut adalah idolanya.
"Pak JK itu idola saya," kata Gibran.
Advertisement
JK Ungkit Peran di Balik Karier Politik Jokowi
Pernyataan Gibran itu merupakan respons atas keterangan pers Jusuf Kalla atau akrab disapa JK yang memberikan pernyataan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam karir politik Joko Widodo (Jokowi) dari hingga menjadi Presiden Ke-7 RI.
JK menyebutkan bahwa dirinya yang menyerahkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta. Bahkan, JK juga mengatakan Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI karena dirinya.
Saat mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden Ke-12 pada periode pemerintahan 2014-2019, JK mengaku diminta Megawati untuk menjadi pembimbing Jokowi.