Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran dan masyarakat. Ucapan terima kasih ini disampaikan atas kelancaran pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini yang berjalan tertib. Momen penting ini berhasil dilalui tanpa kendala berarti berkat kerja sama semua pihak.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Perencanaan yang matang sebelumnya turut memastikan mobilitas jutaan warga berjalan optimal. Hal ini disampaikan Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (08/4).
Kelancaran ini juga tercermin dari hasil survei beberapa lembaga, termasuk Indikator Politik Indonesia, yang menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tinggi. Meskipun ada beberapa catatan, evaluasi positif ini menjadi dasar perbaikan di masa mendatang. Capaian ini menunjukkan sinergi kuat antara penyelenggara dan partisipasi aktif masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Arus Mudik Lebaran
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mewakili Presiden Prabowo Subianto, secara resmi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Jajaran pemerintah dan masyarakat dinilai telah berkontribusi besar dalam menjaga ketertiban dan kelancaran selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Proses ibadah Ramadan hingga perayaan Lebaran dapat berjalan dengan baik.
Prasetyo menyoroti bahwa rangkaian kegiatan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga periode Lebaran dapat dilalui tanpa hambatan berarti. Situasi kondusif ini menunjukkan efektivitas koordinasi dan persiapan yang telah dilakukan. Keberhasilan ini menjadi cerminan dari kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang baik.
Capaian positif ini, menurut Prasetyo, adalah buah dari kerja sama erat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Dukungan dari perencanaan yang telah disusun secara cermat juga memainkan peran krusial. Perencanaan tersebut dirancang sedemikian rupa untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar.
Advertisement
Advertisement
Tingkat Kepuasan Publik yang Tinggi terhadap Penyelenggaraan Mudik
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat positif terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Sebanyak 80,8 persen masyarakat secara umum menyatakan puas dengan layanan pemerintah. Angka ini mencerminkan evaluasi positif di tengah mobilitas sekitar 47 juta warga Indonesia.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa penilaian ini berasal dari seluruh responden, baik yang melakukan mudik maupun tidak. Di kalangan pemudik sendiri, tingkat kepuasan tercatat lebih tinggi, mencapai 85,3 persen. Angka ini merupakan gabungan dari responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas.
Burhanuddin menambahkan bahwa capaian kepuasan ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada pada kisaran 80 hingga 81 persen. Sekitar 81 persen responden bahkan menilai pengaturan arus mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Penilaian dari kalangan pemudik sedikit lebih tinggi, yakni mencapai 82,7 persen.
Advertisement
Selain itu, persepsi terhadap keselamatan juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Sebanyak 79,8 persen responden setuju atau sangat setuju bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik mengalami penurunan. Penurunan ini mencakup kategori kecelakaan ringan, sedang, maupun fatal.
Advertisement
Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Meskipun keberhasilan dan kepuasan publik sangat tinggi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengakui bahwa masih terdapat sejumlah catatan penting. Catatan-catatan ini akan menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Prasetyo menekankan bahwa setiap penyelenggaraan besar seperti mudik Lebaran selalu menyisakan ruang untuk peningkatan. Proses evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih. Tujuannya adalah agar penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya dapat berjalan semakin optimal.
Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. Penilaian positif ini relatif merata di berbagai kelompok demografi. Data ini memberikan gambaran komprehensif untuk perencanaan ke depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews