Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, memberikan kesempatan luas bagi para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan daerah. Langkah ini diwujudkan dengan membuka posisi staf khusus (stafsus) yang akan diisi oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam mengawal program-program strategis pemerintah provinsi.
Pengumuman ini disampaikan Gubernur Agustiar Sabran di Palangka Raya, Minggu, setelah menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal bersama perwakilan mahasiswa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh presma, BEM, serta organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di Kalteng. Gubernur menekankan pentingnya peran intelektual mahasiswa dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong kemajuan pembangunan.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, tetapi juga turut serta dalam mencari solusi konkret. Sebanyak 17 hingga 25 mahasiswa direncanakan akan mengisi posisi stafsus ini, terlibat dalam penelitian dan pengembangan (litbang) di bawah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kalteng, termasuk pengawasan Program Kartu Huma Betang Sejahtera.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Stafsus Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Keterlibatan mahasiswa sebagai staf khusus merupakan langkah progresif Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memanfaatkan potensi intelektual generasi muda. Mahasiswa akan dilibatkan langsung dalam berbagai tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Ini memberikan pengalaman nyata bagi mereka tentang bagaimana roda pemerintahan bekerja dan regulasi yang berlaku.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa mahasiswa adalah kekuatan intelektual yang memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan. Dengan membuka ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi, Pemprov Kalteng berupaya membangun kesamaan persepsi dengan seluruh elemen pemuda. Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan daerah.
Para stafsus mahasiswa ini akan memiliki tugas penting dalam litbang yang berada di bawah Bapperida Kalteng. Mereka akan terlibat dalam pengawasan program-program vital seperti Kartu Huma Betang Sejahtera, memastikan pelaksanaannya efektif dan tepat sasaran. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas kebijakan publik dan implementasinya di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Fiskal dan Komitmen Prioritas Rakyat di Kalteng
Di balik inisiatif pelibatan mahasiswa, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menghadapi tantangan fiskal yang signifikan. Gubernur menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mengalami pengurangan drastis, hampir 50 persen dibandingkan tahun 2025. Angka APBD turun dari sekitar Rp10,3 triliun menjadi Rp5,4 triliun, menuntut efisiensi dan prioritas dalam setiap program.
Meskipun menghadapi kondisi anggaran yang ketat, Pemprov Kalteng tetap berkomitmen untuk melaksanakan program-program prioritas berbasis masyarakat. Fokus utama adalah pada program yang menyentuh langsung kebutuhan dan kepentingan rakyat, dengan mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan tepat sasaran. Keterlibatan Stafsus Mahasiswa Kalteng diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pengawasan dan memastikan alokasi anggaran yang terbatas digunakan secara maksimal.
Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya mencari solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan fiskal ini tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, diharapkan pembangunan daerah dapat terus berjalan meskipun dalam kondisi yang menantang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews