Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan, secara aktif memperkuat pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan seminar nasional untuk melengkapi berkas administrasi dan dukungan akademik sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa seminar ini krusial dalam proses pengajuan gelar pahlawan nasional.
Seminar nasional yang bertajuk "Jejak Perjuangan KH Sholeh Darat dalam Rangka Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional" dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/1). Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan deklarasi dukungan yang solid, sebuah syarat penting dalam proses pengajuan gelar pahlawan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.
Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa KH Sholeh Darat bukan hanya milik Semarang, melainkan tokoh bangsa yang menjadi guru bagi para pahlawan seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan RA Kartini. "Perjuangan beliau melalui pena dan dakwah adalah jihad intelektual yang menjadi fondasi kebangkitan bangsa," ujarnya. Ia menargetkan seluruh proses pengusulan rampung pada tahun 2026 agar gelar pahlawan nasional dapat segera dianugerahkan.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Dukungan Akademik dan Administratif
Seminar nasional ini merupakan puncak dari serangkaian panjang program strategis yang telah dilaksanakan oleh Pemkot Semarang sepanjang tahun 2025. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dukungan akademik dan melengkapi persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk pengajuan gelar pahlawan nasional. Melalui seminar ini, diharapkan terjadi pengesahan dan pengakuan lebih lanjut terhadap kontribusi besar KH Sholeh Darat bagi bangsa.
Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan pentingnya seminar ini dalam memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang mensyaratkan dukungan solid dalam proses pengajuan pahlawan nasional. Kehadiran delapan narasumber terkemuka, termasuk Mufidayati Kurniasih (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Prof. KH Usep Abdul Matin (Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat RI), Tri Wiyanto (Direktur Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial), dan Ginanjar Sya’ban (Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU), menunjukkan keseriusan Pemkot Semarang dalam upaya ini.
Para narasumber akan membedah lebih dalam jejak perjuangan dan pemikiran KH Sholeh Darat yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan nasional dan pendidikan Islam di Indonesia. Diskusi ini diharapkan memperkaya narasi dan bukti-bukti historis yang mendukung kelayakan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Strategis Menuju Gelar Pahlawan
Sebelum seminar nasional ini, Pemkot Semarang telah menempuh berbagai langkah besar. Salah satunya adalah suksesnya seminar internasional pada November 2025 yang melibatkan para pakar dari berbagai negara seperti Belanda, Malaysia, dan Singapura. Seminar internasional ini bertujuan untuk membedah pengaruh pemikiran KH Sholeh Darat di tingkat global, menunjukkan relevansi ajarannya yang melampaui batas negara.
Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang juga telah melakukan penelusuran mendalam terhadap manuskrip asli karya KH Sholeh Darat. Upaya ini dilakukan untuk mendaftarkan manuskrip tersebut sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Langkah ini penting untuk mengamankan bukti sejarah intelektual beliau yang menjadi rujukan santri di seluruh nusantara.
Sebagai bagian dari rangkaian program strategis, gala dinner seminar internasional Kyai Sholeh Darat juga telah dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan 2025. Acara ini menyatukan visi dan komitmen dari jajaran kementerian, Dewan Gelar, hingga kepala daerah di wilayah pesisir, mulai dari Kendal, Demak, Kudus, hingga Jepara, untuk mendukung pengusulan gelar pahlawan nasional bagi KH Sholeh Darat.
Advertisement
Advertisement
Mempertegas Identitas dan Menjaga Warisan
Pemkot Semarang tidak hanya fokus pada aspek akademik dan administratif, tetapi juga melakukan upaya fisik untuk menghargai jasa KH Sholeh Darat. Renovasi kawasan makam beliau di Kompleks TPU Bergota telah dirampungkan. Renovasi ini bertujuan agar makam lebih representatif bagi para peziarah, sekaligus mempertegas identitas Kota Semarang sebagai kota yang menghargai jasa para tokoh agamanya.
Upaya berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Pemkot Semarang dalam memastikan warisan dan perjuangan KH Sholeh Darat tetap hidup dan diakui secara nasional. "Ikhtiar kami untuk menjadikan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional ini terus berkelanjutan," kata Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti. Seluruh tahapan dan upaya pengajuan diharapkan berjalan lancar hingga tercapainya tujuan akhir.
Sumber: AntaraNews
Advertisement