Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi bagian dari Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Penemuan penting ini terjadi di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/1) setelah upaya pencarian intensif.
Keberhasilan penemuan korban pesawat ATR 42-500 ini merupakan hasil kerja keras operasi pencarian yang telah berlangsung selama enam hari. Tim SAR gabungan memulai upaya pencarian sejak Sabtu (17/1), menghadapi berbagai rintangan alam yang ekstrem.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, membenarkan penemuan tersebut dalam konfirmasi di Jakarta. Beliau menegaskan bahwa operasi pencarian ini dilaksanakan di wilayah pegunungan yang terkenal dengan tingkat kesulitan tinggi, memerlukan dedikasi dan keahlian khusus dari para personel.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Berat Operasi Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500
Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung diwarnai dengan beragam tantangan yang menguji ketahanan tim. Personel SAR gabungan harus berhadapan langsung dengan kondisi medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau.
Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa selain medan yang terjal, tim juga menghadapi lereng yang curam serta permukaan tanah yang licin. Kondisi ini diperparah oleh cuaca yang tidak menentu, seringkali berubah drastis di area pegunungan tersebut.
Faktor-faktor alam tersebut menuntut ketelitian luar biasa dan koordinasi yang sangat intensif di lapangan dari setiap anggota tim. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan cermat untuk memastikan keamanan personel sekaligus efektivitas pencarian.
Advertisement
Pencarian korban pesawat ATR 42-500 ini difokuskan pada penyisiran lanjutan di sekitar titik-titik yang sebelumnya telah diidentifikasi. Strategi ini bertujuan untuk memaksimalkan peluang penemuan di area yang paling mungkin menjadi lokasi korban.
Advertisement
Detail Penemuan dan Progres Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
Pada hari keenam masa pencarian, enam korban pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Penemuan ini menjadi titik terang setelah upaya panjang di tengah kondisi yang menantang.
Menurut keterangan Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, jenazah korban ditemukan dalam posisi tersebar. Radius sebaran sekitar 50 meter dari titik temuan awal, dan berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung.
Lokasi yang ekstrem ini menunjukkan betapa sulitnya proses evakuasi yang harus dilakukan. Seluruh temuan segera diamankan untuk kemudian dilanjutkan dengan proses evakuasi secara bertahap, mengingat kompleksitas medan.
Advertisement
Dengan penemuan enam korban ini, jumlah total korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil ditemukan hingga saat ini mencapai delapan orang. Sebelumnya, dua jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi, memberikan kejelasan bagi keluarga korban.
Sumber: AntaraNews