Prabowo Ungkap Alasan Tak Hadiri WEF 2025, Kini Pede di Davos 2026

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan mengapa dirinya absen dari World Economic Forum (WEF) 2025, namun kini tampil percaya diri di Davos 2026 dengan membawa sederet pencapaian nyata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo Ungkap Alasan Tak Hadiri WEF 2025, Kini Pede di Davos 2026
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan mengapa dirinya absen dari World Economic Forum (WEF) 2025, namun kini tampil percaya diri di Davos 2026 dengan membawa sederet pencapaian nyata. (AntaraNews)

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini menjelaskan keputusannya untuk tidak menghadiri World Economic Forum (WEF) 2025 sebagai pembicara kunci. Alasan utamanya adalah karena ia baru menjabat selama dua bulan pada saat undangan tersebut datang.

Dalam sambutannya di WEF 2026 di Davos, Swiss, Prabowo mengakui bahwa pada awal pemerintahannya, belum banyak pencapaian signifikan yang bisa ia sampaikan kepada dunia. Ia merasa hanya akan mampu memberikan "kata-kata manis" tanpa bukti konkret.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Prabowo kini tampil penuh percaya diri di mimbar WEF 2026. Kehadirannya di forum global tersebut dilandasi oleh berbagai kemajuan dan reformasi yang telah dicapai oleh Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

Prabowo Subianto, dalam satu tahun pertama pemerintahannya sejak dilantik pada Oktober 2024, mengklaim telah mencapai kemajuan luar biasa. Reformasi signifikan telah dilakukan, terutama dalam lingkup penyederhanaan birokrasi atau peraturan.

Pemerintahannya berhasil menghapus ratusan peraturan yang dinilai tidak masuk akal dan menghambat keadilan. Peraturan-peraturan tersebut juga seringkali menjadi pemicu budaya korupsi di Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memiliki administrasi publik yang efisien. Ia menekankan perlunya budaya baru dalam birokrasi, di mana pemerintah harus melayani kepentingan umum.

Selain itu, Prabowo juga menyerukan agar pemerintah tidak bersekongkol dengan para pengusaha yang serakah dan rakus, demi menciptakan tata kelola yang bersih dan adil.

Di hadapan para pemimpin negara di Davos, Prabowo Subianto secara terbuka menawarkan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik. Investasi ini mencakup baik dari dalam maupun luar negeri.

Presiden menyadari bahwa prasyarat utama untuk menarik investasi adalah adanya stabilitas politik dan ekonomi yang kuat. Aspek ini menjadi fokus utama pemerintahannya.

Selain itu, kepastian penegakan hukum yang adil juga menjadi jaminan penting bagi investor. Hal ini dijamin oleh pemerintahan yang kuat, bersih, dan demokratis di bawah kepemimpinannya.

Prabowo meyakinkan bahwa Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan stabilitas yang terjaga. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia telah dikalibrasi dengan baik dan didasarkan pada data untuk menjaga stabilitas dan disiplin fiskal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi