Bandung, Jawa Barat – Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Goena, menegaskan pentingnya tiga pilar utama dalam mendukung kemajuan dan pembinaan sepak bola di wilayah Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan dalam acara diskusi “Gunem Catur Sareng” yang melibatkan Asosiasi PSSI Kabupaten/Kota, klub, dan anggota PSSI Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Bandung, pada Senin lalu. Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan sepak bola Jawa Barat tertinggal dari provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Buky Wibawa menjelaskan bahwa ketiga komponen krusial tersebut meliputi dukungan komunal dari organisasi yang tergabung dalam PSSI, dukungan penuh dari pemerintah daerah, dan dukungan finansial dari sponsorship. Menurutnya, ketiga aspek ini harus berjalan solid dan berkesinambungan agar ekosistem sepak bola di Jawa Barat dapat berkembang optimal. Jika salah satu pilar ini lemah, maka akan sulit bagi sepak bola Jabar untuk mencapai potensi terbaiknya.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD Jabar juga menyoroti perlunya pemerataan infrastruktur, khususnya lapangan sepak bola, di seluruh pelosok daerah. Hal ini dianggap vital untuk mendorong pertumbuhan liga desa, liga pesantren, serta program pembinaan usia dini. Aspirasi yang terkumpul dari forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi cetak biru atau blueprint bagi kemajuan olahraga sepak bola di Jawa Barat ke depan, dengan mempertimbangkan kekhasan sepak bola dari berbagai daerah.
Advertisement
Advertisement
Tiga Pilar Utama Penopang Sepak Bola Jabar
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Goena menguraikan secara rinci tiga pilar utama yang menjadi fondasi bagi kemajuan sepak bola di provinsi tersebut. Pilar pertama adalah dukungan komunal, yang mencakup peran aktif organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan PSSI, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dukungan ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang terorganisir dan solid dalam pembinaan atlet.
Pilar kedua adalah dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk infrastruktur maupun program-program pengembangan. Buky menyatakan, "Aspek dukungan saya kira sangat penting. Bisa dukungan infrastruktur atau program dan lainnya. Saya melihat belum sepenuhnya didukung. Sejauh mana dukungan pemerintah terhadap sepak bola di Jawa Barat." Pertanyaan ini menyoroti perlunya evaluasi dan peningkatan komitmen pemerintah daerah terhadap sektor olahraga.
Pilar ketiga yang tidak kalah vital adalah dukungan sponsorship. Buky menekankan bahwa tanpa dukungan finansial yang memadai dari pihak sponsor, keberlanjutan dan pengembangan sepak bola akan terhambat. Ia menegaskan bahwa ketiga pilar ini harus solid dan saling menguatkan, karena "Ketiga komponen ini harus solid, kalau salah satu tidak kuat maka akan sulit untuk berkembang."
Advertisement
Advertisement
Pemerataan Infrastruktur dan Pembinaan Usia Dini
Salah satu fokus utama dalam diskusi yang digelar DPRD Jabar adalah masalah pemerataan infrastruktur sepak bola. Buky Wibawa menyoroti bahwa ketersediaan lapangan sepak bola yang merata di seluruh wilayah adalah kunci untuk memajukan olahraga ini dari akar rumput. Infrastruktur yang memadai akan memungkinkan tumbuhnya berbagai kompetisi lokal, seperti liga desa dan liga pesantren, yang menjadi wadah penting bagi pembinaan bakat-bakat muda.
Pembinaan usia dini juga menjadi perhatian serius, mengingat mereka adalah cikal bakal masa depan sepak bola Jawa Barat. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan program pembinaan yang terstruktur, diharapkan talenta-talenta muda dapat berkembang optimal. DPRD Jabar berharap aspirasi yang disampaikan dalam forum ini dapat menjadi peta jalan atau blue print untuk mencapai tujuan tersebut, dengan mempertimbangkan potensi unik dari setiap daerah.
Pemikiran dan masukan dari klub-klub sepak bola lokal dianggap sebagai pokok-pokok pemikiran penting untuk kemajuan olahraga. Hal ini menunjukkan komitmen untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan. Dengan demikian, diharapkan ada kekhasan sepak bola yang bisa muncul dari beberapa daerah, memperkaya khazanah sepak bola Jawa Barat.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh dari Pemerintah Provinsi
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, menyambut baik inisiatif diskusi yang digagas oleh Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat senang dengan adanya forum kolaboratif semacam ini. Kolaborasi antara DPRD dan pemerintah provinsi dianggap luar biasa, menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan sepak bola.
Hery Antasari menegaskan bahwa dukungan DPRD Jabar terhadap sepak bola sejalan dengan perhatian Gubernur Jawa Barat. Hal ini membuktikan bahwa aspirasi dari para pemangku kepentingan sepak bola, yang merupakan tulang punggung olahraga dan memiliki pendukung hingga pelosok desa, mendapatkan perhatian serius. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi dorongan signifikan bagi kemajuan sepak bola di Jabar.
Lebih lanjut, Hery menyatakan dukungannya terhadap langkah Ketua DPRD Jabar. Ia meyakini bahwa "Apa yang dilakukan Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa ini saya dukung, karena buah dari diskusi akan direalisasikan atau ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat." Menurutnya, sepak bola memiliki peran strategis sebagai alat perjuangan dalam membangun sumber daya manusia. "Daripada anak muda di pelosok desa terpengaruh oleh disrupsi dan segala hal yang negatif lebih baik ke sepak bola," pungkas Hery, menekankan pentingnya olahraga sebagai kegiatan positif bagi generasi muda.
Advertisement
Sumber: AntaraNews