Tahukah Anda, ABPEDNAS Jatim Perkuat Peran Parlemen Desa sebagai Mitra Strategis Pemerintah?

Gubernur Khofifah menegaskan ABPEDNAS Jatim memperkuat peran BPD sebagai parlemen desa dan mitra pemerintah. Simak bagaimana sinergi ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, ABPEDNAS Jatim Perkuat Peran Parlemen Desa sebagai Mitra Strategis Pemerintah?
Gubernur Khofifah menegaskan ABPEDNAS Jatim memperkuat peran BPD sebagai parlemen desa dan mitra pemerintah. Simak bagaimana sinergi ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat! (Merdeka.com)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini menegaskan pentingnya peran Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Jatim. Kunjungan 112 pengurus ABPEDNAS dari 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jatim diterima langsung oleh Gubernur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari Rabu. Pertemuan ini menjadi sorotan utama dalam upaya penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Menurut Khofifah, keberadaan ABPEDNAS Jatim secara signifikan memperkuat fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai parlemen desa. BPD juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh desa di Jawa Timur.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan ABPEDNAS kepada Pemerintah Provinsi. “Mereka hadir memberikan dukungan kepada Pemprov agar tetap semangat membangun Jawa Timur. Alhamdulillah, ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih atas kunjungannya,” ujar Khofifah.

Memahami Peran BPD sebagai Parlemen Desa

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki kedudukan sentral dalam struktur pemerintahan desa. Peran ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, yang menetapkan BPD sebagai kesatuan masyarakat hukum. Mereka berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan hak asal-usulnya.

Oleh karena itu, BPD seringkali dikenal dengan sebutan Parlemen Desa. Sebutan ini mencerminkan fungsi legislatif dan pengawasan yang diemban oleh BPD di tingkat lokal. Mereka adalah representasi suara masyarakat desa, memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah desa selaras dengan kebutuhan warga.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa BPD adalah mitra pemerintah di lini terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat desa. “Itu artinya, mereka adalah mitra pemerintah di lini terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat desa. Untuk itu, saya berkomitmen memperkuat posisi mereka sekaligus mendukung program-program yang mengedepankan kepentingan rakyat,” jelasnya. Penguatan posisi BPD menjadi kunci keberhasilan pembangunan dari bawah.

Komitmen Gubernur dan Harapan untuk ABPEDNAS

Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh bagi ABPEDNAS dan BPD. Dukungan ini bukan hanya sekadar janji, melainkan amanah undang-undang yang wajib dijalankan oleh pemerintah daerah. Penguatan kelembagaan desa menjadi prioritas dalam agenda pembangunan Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan pesan penting kepada seluruh pengurus ABPEDNAS. Ia berpesan agar mereka senantiasa menjaga soliditas dan memperkuat semangat pengabdian. Kekompakan antar anggota dan pengurus menjadi krusial demi tercapainya kemaslahatan desa secara menyeluruh.

Soliditas dan kekompakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ABPEDNAS dalam menjalankan perannya. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, ABPEDNAS dapat terus berkontribusi aktif dalam merumuskan kebijakan dan mengawal implementasi program-program yang pro-rakyat di tingkat desa.

Dukungan Nyata dari ABPEDNAS untuk Pembangunan Desa

Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Gresik, HR Hendry, menyampaikan bahwa kunjungan mereka ke Grahadi adalah bentuk dukungan nyata. Dukungan ini ditujukan kepada program-program Gubernur Khofifah yang dinilai menjadi ujung tombak pembangunan desa di Jawa Timur. Sinergi antara pemerintah provinsi dan ABPEDNAS sangat vital.

Hendry menambahkan bahwa ABPEDNAS berkomitmen untuk terus bersosialisasi dan mempromosikan kedamaian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif dan partisipatif. ABPEDNAS siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan setiap inisiatif yang berpihak pada kepentingan desa.

“Mari terus bersosialisasi dan mempromosikan kedamaian kepada masyarakat. Kami selalu bersama Ibu Khofifah dan Jawa Timur,” tegas Hendry. Pernyataan ini menunjukkan keselarasan tujuan antara ABPEDNAS dan Pemerintah Provinsi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya kemajuan dan kesejahteraan di seluruh desa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi