Fakta Unik: Prabowo Duduk di Belakang Sisi, 20 Pemimpin Dunia Dukung Perjanjian Damai Gaza di Mesir

Presiden Prabowo Subianto dan lebih dari 20 pemimpin dunia menyaksikan penandatanganan Perjanjian Damai Gaza di Mesir, mengakhiri konflik panjang. Bagaimana peran Indonesia dalam sejarah ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Prabowo Duduk di Belakang Sisi, 20 Pemimpin Dunia Dukung Perjanjian Damai Gaza di Mesir
Presiden Prabowo Subianto dan lebih dari 20 pemimpin dunia menyaksikan penandatanganan Perjanjian Damai Gaza di Mesir, mengakhiri konflik panjang. Bagaimana peran Indonesia dalam sejarah ini? (AntaraNews)

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, mencapai puncaknya dengan penandatanganan Perjanjian Damai Gaza yang bersejarah. Acara penting ini berlangsung pada Senin (13/10) sore waktu setempat di Sharm El Shaikh International Convention Centre, Kota Sharm el-Sheikh, Mesir. Perjanjian tersebut diharapkan dapat membawa solusi komprehensif bagi konflik yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Penandatanganan dokumen perdamaian ini dilakukan oleh empat pemimpin negara kunci: Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama lebih dari 20 pemimpin dunia lainnya, menunjukkan dukungan global yang kuat terhadap inisiatif perdamaian ini. Kehadiran para pemimpin ini menegaskan komitmen internasional untuk stabilitas di Gaza.

Dalam momen krusial tersebut, Presiden Prabowo Subianto terlihat duduk tepat di belakang Presiden Mesir al-Sisi, bertepuk tangan bersama para pemimpin dunia lainnya setelah dokumen perdamaian resmi ditandatangani. Peristiwa ini menandai sebuah langkah besar dalam upaya diplomatik global untuk mengakhiri perselisihan di Gaza, yang telah menjadi fokus perhatian dunia selama bertahun-tahun. KTT ini berhasil menyatukan berbagai pihak demi tujuan bersama.

Detik-detik Penandatanganan Perjanjian Damai Gaza

Presiden AS Donald Trump, dalam sambutannya saat prosesi penandatanganan, menyampaikan optimismenya terhadap dokumen yang baru saja disepakati. Ia menyatakan, "Kami akan menandatangani dokumen yang berisi banyak aturan, regulasi, dan banyak hal lainnya. Ini sangat komprehensif." Pernyataan ini menggarisbawahi cakupan luas dari perjanjian yang diharapkan dapat mengatasi berbagai aspek konflik di Gaza.

Trump juga menegaskan keberhasilan peace summit di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang menurutnya telah berhasil menyelesaikan konflik yang berlangsung sangat lama. Ia menyebutkan bahwa konflik tersebut telah berlangsung "selama 500 tahun sampai dengan 3.000 tahun," mengindikasikan kedalaman dan kompleksitas permasalahan yang coba diurai melalui perjanjian ini. Keberhasilan KTT ini menjadi sorotan utama dalam agenda perdamaian internasional.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Trump tidak lupa memberikan pujian kepada tuan rumah, Presiden Sisi, atas perannya dalam penyelenggaraan KTT. Ia juga memuji Presiden Erdogan sebagai "orang kuat" dan Emir Qatar atas kontribusi mereka dalam mencapai kesepakatan. Trump kemudian berbalik dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemimpin dunia yang telah memenuhi undangan AS dan Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza.

Peran Indonesia dan Pengakuan Global

Dukungan internasional terhadap Perjanjian Damai Gaza terlihat jelas dari kehadiran puluhan pemimpin negara di KTT Sharm el-Sheikh. Presiden Sisi dan Presiden Trump secara bergantian menyampaikan pernyataan bersama di hadapan media setelah penandatanganan. Dalam sesi jumpa pers tersebut, Presiden Trump secara mengejutkan memanggil nama Presiden Prabowo Subianto, mengisyaratkan peran penting Indonesia dalam upaya perdamaian ini.

Presiden Trump memanggil Presiden Prabowo karena dinilai turut berperan dalam perjanjian damai di Gaza, sebuah pengakuan signifikan bagi diplomasi Indonesia. Saat namanya disebut, Presiden Prabowo langsung menghampiri Presiden Trump, dan keduanya bersalaman di hadapan media. Momen ini menunjukkan apresiasi global terhadap kontribusi Indonesia dalam mencari solusi damai untuk konflik-konflik internasional.

Jajaran pemimpin negara yang hadir dan mendukung perjanjian damai tersebut sangat beragam, mencerminkan spektrum dukungan global yang luas. Mereka termasuk:

  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
  • Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani
  • Raja Jordania Abdullah II
  • Perdana Menteri Kuwait Ahmad Al Abdullah Al Sabah
  • Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa
  • Presiden Palestina Mahmoud Abbas
  • Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron
  • Kanselir Jerman Friedrich Merz
  • Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
  • Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni
  • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez
  • Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis
  • Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan
  • Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban
  • Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif
  • Perdana Menteri Kanada Mark Carney
  • Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store
  • Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani
  • Wakil Presiden Uni Emirat Arab Mansour bin Zayed Al Nahyan
  • Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi

Kehadiran para pemimpin ini menegaskan bahwa Perjanjian Damai Gaza merupakan upaya kolektif yang didukung oleh berbagai kekuatan global, menandai komitmen bersama untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi