Tahukah Anda? Ruang Dialog Pemerintah Kunci Cegah Aksi Anarkis, Kata Sosiolog Unpatti

Sosiolog Unpatti Ambon, Dominggus E. B. Saija, menekankan pentingnya **ruang dialog pemerintah** yang lebih luas untuk mencegah aksi anarkis dan menanggapi isu ketidakadilan di masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Ruang Dialog Pemerintah Kunci Cegah Aksi Anarkis, Kata Sosiolog Unpatti
Sosiolog Unpatti Ambon, Dominggus E. B. Saija, menekankan pentingnya **ruang dialog pemerintah** yang lebih luas untuk mencegah aksi anarkis dan menanggapi isu ketidakadilan di masyarakat. (Merdeka.com)

Sosiolog Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Dominggus E. B. Saija, menegaskan pentingnya membuka **ruang dialog pemerintah** yang lebih luas. Hal ini diyakini dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah potensi terjadinya aksi anarkis di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan di Ambon, menanggapi dinamika sosial politik terkini.

Menurut Dominggus, aksi demonstrasi yang muncul belakangan ini pada dasarnya berakar dari rasa solidaritas. Solidaritas tersebut timbul akibat isu ketidakadilan yang dirasakan secara kolektif oleh masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa gerakan sosial politik tidak dapat dibendung jika masyarakat merasa tidak adil.

Oleh karena itu, aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat harus ditanggapi dengan bijak dan serius. Penanganan yang tepat akan mencegah isu-isu tersebut berkembang menjadi aksi-aksi yang merugikan semua pihak. Keterbukaan pemerintah dalam berdialog menjadi kunci utama.

Pentingnya Respons Bijak Terhadap Aspirasi Publik

Dominggus E. B. Saija menyoroti bahwa gerakan sosial politik akan terus muncul ketika masyarakat merasakan ketidakadilan. Aspirasi publik yang tidak ditanggapi secara bijak berpotensi memicu eskalasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuka **ruang dialog pemerintah** yang lebih luas untuk menampung dan merespons keluhan.

Ia menambahkan, fenomena solidaritas yang terjadi di suatu daerah bisa saja menjalar ke wilayah lain, termasuk Ambon. Namun, langkah antisipasi dapat dilakukan dengan menyediakan ruang dialog yang sehat dan konstruktif. Jika tindakan masyarakat direspon sesuai aspirasi mereka, potensi demonstrasi dapat dinetralisir.

Sosiolog Unpatti ini menekankan bahwa persoalan yang berkembang saat ini murni masalah sosial politik. Ini bukan persoalan budaya yang dapat diatasi dengan kearifan lokal semata. Pendekatan dialogis menjadi krusial dalam menyelesaikan konflik sosial.

Menyikapi Dinamika Sosial Politik dengan Kearifan Lokal

Meskipun persoalan ini bukan budaya, Dominggus bersyukur masyarakat Ambon dinilai cukup bijak dalam menilai setiap persoalan. Ia mengimbau masyarakat di Kota Ambon agar lebih bijak menyikapi dinamika sosial politik nasional. Penting untuk tidak terprovokasi melakukan aksi demonstrasi anarkis yang merugikan.

“Tidak perlu turun ke jalan melakukan demonstrasi,” ujarnya. Ia menyarankan agar semua pihak duduk bersama mencari solusi. Ada kekhawatiran bahwa oknum tertentu dapat memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu, **ruang dialog pemerintah** menjadi sangat penting.

Kearifan lokal seperti pela gandong, menurutnya, tidak otomatis menghalangi masyarakat untuk turun ke jalan jika merasa tidak adil. Namun, nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi untuk mencari solusi damai. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi konflik, masyarakat Ambon tetap mengedepankan pendekatan musyawarah.

Menjaga Kondusivitas Daerah Melalui Solusi Bersama

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Dominggus meminta seluruh elemen masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah. Kondusivitas daerah adalah prioritas yang harus dijaga bersama. Hal ini memerlukan komitmen dari semua pihak untuk mencari solusi terbaik.

Ia menegaskan, “Demi menjaga kondusivitas daerah, lebih baik semua pihak duduk bersama mencari solusi terbaik.” Tujuannya agar Maluku dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyelesaikan masalah sosial politik. Pendekatan ini mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Pemerintah dan masyarakat perlu membangun sinergi melalui **ruang dialog pemerintah** yang efektif. Ini akan menciptakan lingkungan yang stabil dan harmonis. Dengan demikian, potensi aksi anarkis dapat diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi