Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebut, buku tentang cawe-cawe Presiden Joko Widodo yang ditulis Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan diasumsikan publik ada tendensi politik. Sebab buku tersebut ditulis oleh tokoh politik di tahun politik.
"Karena ini ditulis oleh seorang tokoh politik, isinya tentang politik, menghadapi tahun politik, maka ya kembali lagi, publik berasumsi bahwa ini ada tendensi politik," ujar politikus yang akrab disapa Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/6).
PPP sendiri menghargai buku yang ditulis SBY itu sebagai karya kontemplasi dan buah hasil pemikiran intelektual Presiden keenam RI itu.
Namun, apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak tergantung penilaian pembacanya. Isi buku itu tidak wajib dipercaya karena bukan kitab suci.
"Apakah isi bukunya layak dibaca atau tidak, itu tergantung pembaca. Apakah isi bukunya bisa diterima atau bisa diikuti, juga tergantung pembaca. Kan tidak wajib buku, bukan kitab suci," jelas Awiek.
"Jadi kita melakukan itu supaya tadi, tidak overdosis menghadapi tahun politik gitu," tegasnya.
Advertisement
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan buku berjudul 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi'. Buku tersebut, dibuat untuk jajaran pimpinan dan kader Partai Demokrat.
"Beliau menulis artikel bagi jajaran kepemimpinan dan kader Partai Demokrat di seluruh tanah air agar mereka memahami dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan akan dinamika politik nasional saat ini," kata Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan saat dihubungi merdeka.com, Senin (26/6).
Buku yang baru diluncurkan itu, dicetak dengan sampul merah dan kelir hitam. Dalam cover buku tersebut bertuliskan 'Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong'.
Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution mengatakan SBY menuliskan buku tersebut untuk mengingatkan soal etika dan tanggung jawab pemimpin dalam hal demokrasi. Buku tersebut ditulis SBY untuk pembekalan bagi elite-elite Demokrat.
"Soal etika dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam urusan demokrasi dan kebangsaan," kata Syahrial.