Haedar Nashir Minta Capres Dahulukan Urusan Bangsa: Jangan Parpol dan Pendukung Saja

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerangkan siapapun yang jadi presiden dan wakil presiden adalah kepala pimpinan eksekutif dan kepala negara. Dalam konteks kepala negara, harus jadi milik semua golongan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Haedar Nashir Minta Capres Dahulukan Urusan Bangsa: Jangan Parpol dan Pendukung Saja
haedar nashir. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Sejumlah bakal Calon Presiden yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sudah mulai muncul. Ada Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan.

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menerangkan siapapun yang jadi presiden dan wakil presiden adalah kepala pimpinan eksekutif dan kepala negara. Dalam konteks kepala negara, harus jadi milik semua golongan.

"Dari mana pun dia dicalonkan dan nanti mungkin berkoalisi tapi dia harus negarawan mengutamakan kepentingan politik kebangsaan dan kenegaraan. Jangan lagi bahwa dari parpol pendukungnya hanya urus-urusan yang hanya menjadi pendukungnya saja," ujar Haedar saat konferensi pers, Kamis (22/6).

Kemudian, lanjut Haedar dalam konteks kenegaraan, orientasi politik berpatokan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 45 dan cita-cita kenegaraan.

"Itu jadi patokan," ujar dia.

Berikutnya, kata Haedar menjadi figur sekaligus membawa kemajuan Indonesia di tengah persaingan regional dan global. Dia mengatakan, kemajuan itu bukan hanya bersifat pragmatis, ekonomi, politik dan demokrasi semata tapi kemajuan bersifat menyeluruh.

"Kita enggak masuk kriteria karena belum ada pengumuman siapa maju siapa tidak tapi pesan moral besar kata kuncinya harus jadi negarawan. Boleh ketika kontestasi politik mereka politisi begitu terpilih harus menjadi negarawan," ucap dia.

Punya Kesamaan Pandangan Hadapi Persoalan Bangsa

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara media Gathering. Sejumlah pemimpin redaksi media online, televisi, cetak dan radio diundang untuk diajak berdiskusi terkait persoalan kebangsaan.

Acara digelar di kantor PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat pada Kamis (22/6).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan, Pemred dan PP Muhammadiyah punya kesamaan pandangan dalam menghadapi persoalan bangsa. Beberapa poin di antaranya Pemilihan Umum 2024.

"Kita berpandangan sama dengan rekan-rekan media tidak cukup hanya memberikan proses politik berlangsung secara pragmatis yakni hanya menyangkut siapa nyalon siapa nyaleg dan siapa menang. Dan tidak cukup mereka saling berkoalisi dan berstrategi tapi bagaimana pemilu itu juga dan tidak kalah penting membawa politik nilai, membawa politik demokrasi yang substantif dan sekaligus juga mengutamakan bangsa dan negara," ujar Haedar.

Haedar mengatakan, Pemred dan PP Muhammadiyah dan menilai perlu menawarkan langkah strategis dan langkah praktis.

"Langkah strategis, bagaimana persoalan keadilan, persoalan penegakan hukum yang adil, persoalan mewujudkan kesejahteraan yang lebih progresif, dan juga memecahkan masalah yang menyangkut perbedaan paham pandangan tentang politik," ujar dia.

Karena itu, PP Muhammadiyah bersama komponen bangsa yang lain terus bersama-sama menyatukan suara demi kepentingan bangsa tanpa terlibat pada kepentingan politik yang bersifat pragmatis.

"Kami punya tradisi untuk untuk melakukan usaha kajian dialog yang strategis tapi juga punya kepentingan jangka pendek untuk 2024 yakni konvensi nasional. Tentu kami akan mengundang pimpinan parpol dan juga kampus, tokoh bangsa. Mudah-mudahan bisa kita selenggarakan di bulan Agustus bersamaan dengan peringatan hari Kemerdekaan Indonesia," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com

Rekomendasi