Budayawan Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa menyebut sikap politik yang telah ditunjukkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bukanlah level atau pada tataran politisi pada umumnya.
Menurut Butet, kiprah dan sepak terjang Megawati termasuk pemikirannya, sudah jauh melangkah ke depan agar nasib bangsa dan generasi selanjutnya bisa melompat lebih maju.
"Menurut saya ini ya, Bu. Kayaknya ini bukan sekadar politisi Ibu Megawati ini. Tapi, sudah makrifat politik. Makrifat politik itu levelnya negarawan kira - kira begitu," kata Butet di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP, Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (7/6).
"Kalau negarawan kelasnya ini pasti bukan transaksional," sambungnya.
Advertisement
Butet menjelaskan tentang level makrifat politik Megawati, diulas dan di rangkumnya semasa Pemilu 2014. Kebijaksanaan Megawati itu pula berlanjut hingga saat ini, ketika Ganjar diusung menjadi Calon Presiden.
"Nyatanya ya saya menyampaikan satu bukti yang saya apresiasi. Tahun 2014 misalnya, kalau saja Ibu Megawati ini memanjakan ego politiknya, saat itu Ibu maju sendiri itu jadi Presiden. Tetapi tidak, Ibu menugasi Pak Jokowi sebagai kadernya," ujar dia.
"Tahun ini kalau saja, masih juga egosentris dan belum level makrifat tentu mungkin Mbak Puan yang dipaksakan. Tetapi, akhirnya kemarin kita lihat tanggal 21 April itu, Ganjar yang ditugasi oleh Ibu Megawati untuk menjadi Presiden Republik Indonesia berikutnya. Mosok kayak begitu transaksional, wong Ganjar neng kere," lanjut Butet.
Sebagai informasi, kehadiran Butet di sela- sela Rakernas III PDIP untuk mendampingi karibnya sesama seniman, Yogyakarta Sri Krishna Encik, yang mengenalkan lagu Njar Ji, Njar Beh,'. Lagu tersebut merupakan dukungan kepada calon presiden yang diusung PDIP Ganjar Pranowo untuk menang di Pemilu 2024.