Sindiran Pasek soal Anas Vs Orang yang Kini Tak Lagi Berkuasa

Pasek menyinggung soal sprindik bocor hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Sindiran Pasek soal Anas Vs Orang yang Kini Tak Lagi Berkuasa
Anas Urbaningrum di sidang PK kasus Hambalang. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Anas Urbaningrum (AU) berjanji akan mengungkap tabir kriminalisasi dan operasi kekuasaan yang membuatnya masuk penjara. Anas mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung selama 9 tahun 3 bulan setelah terbelit kasus korupsi proyek Hambalang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika. Gede Pasek menegaskan, Anas meyakini masih ada ruang untuk membuka tabir gelap di balik skenario pemenjaraan dirinya.

"AU meyakini masih ada ruang perjuangan untuk membuka tabir gelap di balik skenario menjebloskan dirinya ke dalam penjara," ungkap Gede Pasek, Senin (15/5).

Pasek menyinggung soal sprindik bocor hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Salah satunya. Karena kan bukan satu sisi saja tetapi ada yang lainnya juga terlibat. Pidato Jedah yang mendesak KPK untuk status AU dan berlanjut sprindik bocor KPK ke Istana dan pengambilalihan jabatan ketua umum oleh SBY saat rapat Majelis Tinggi di Cikeas dan beberapa peristiwa lainnya menjadi salah satu jejak-jejaknya," jelas dia.

Pria yang akrab disapa GPS ini, menyandingkan posisi Anas saat ini seperti posisi dari Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia saat ini. Perlahan tapi pasti, kata Gede pasek, publik tahu hal itu kriminalisasi.

"Itu tantangannya. Seperti halnya Anwar Ibrahim di Malaysia juga beradu stigma koruptor dan pelaku pedofilia karena pernah di penjara dalam kasus tersebut," kata Gede Pasek.

"Tetapi pelan tapi pasti makin banyak yang tahu kalau semua itu kriminalisasi dan operasi kekuasaan saat itu. Akhirnya partai barunya bisa menjadi pemenang pemilu di Malaysia," tambah dia.

Rekomendasi