Kenang Tragedi Trisakti, Ganjar: Wartawan Inggris Ketembak di Depan Saya

Ganjar menceritakan, kala itu dirinya ingin melayat di Trisakti, Jakarta dengan baju warna kuning yang dibelinya dari Tanah Abang. Pada saat hendak tiba di kampus Trisakti, ia mendengar suara letusan yang menyebabkan banyak orang berhamburan.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Kenang Tragedi Trisakti, Ganjar: Wartawan Inggris Ketembak di Depan Saya
Ganjar Lihat Foto Tragedi Trisakti. ©2023 Merdeka.com/Rahmat Baihaqi

Ganjar Pranowo kembali teringat akan masa-masa mudanya pada saat melihat pameran foto mengenai 'Tragedi Trisakti' di gedung Graha Pena 98, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sambil sesekali melihat foto tersebut, ia sedikit menceritakan masa mudanya dulu.

Mulanya, Ganjar menceritakan, kala itu dirinya ingin melayat di Trisakti, Jakarta dengan baju warna kuning yang dibelinya dari Tanah Abang. Pada saat hendak tiba di kampus Trisakti, ia mendengar suara letusan yang menyebabkan banyak orang berhamburan.

Simak berita Ganjar Pranowo selengkapnya di Liputan6.com

"Pas itu maunya ngelayat di Trisakti, ternyata saat itu terjadi kebakaran beberapa tempat. Fly over depan Trisakti itu 'bletak' saya masih ingat ada truk itu ada anak lari, turun turun turun. Diambilin kain, dimasukin ke tangkinya, dibakar tapi enggak meledak-meledak, kebakarannya agak lama, Tapi akhirnya terbakar," ceritanya di Graha Pena dalam rangka halal bihalal dan melihat pameran foto 25 tahun reformasi, Sabtu (13/5).

Selian itu, cerita yang menurutnya membekas, pada saat dirinya di kawasan Trisakti. Saat itu tepat di depan matanya seorang wartawan dari Inggris yang sedang memotret tiba-tiba tewas akibat hujaman timah panas.

"Dia ketembak di depan saya, ada percikan itu, saya kira enggak karet itu. Akhirnya saya di belakangnya, saya tangkap, saya pinggirin, ada darahnya itu," ungkap Ganjar.

"Saya lari-lari depan Trisaksi. Jadi yang saya ingat kejadian yang agak dramatik itu ya," sambungnya.

Dia pun berpesan, berkaca pada Tragedi 12 Mei 98, bahwa suatu kekuasaan tidak boleh menjabat terlalu lama. Hal itu pun yang menyebabkan banyak tuntutan masyarakat pada saat itu.

"Enggak boleh lama-lama kekuasaan, harus dibatasi. Semua ada batasnya, tuntutan yang utama sebenarnya saat itu ya itu (turunkan presiden Soeharto)," tutupnya.

Gubernur Jawa Tengah itu hadir tiba gedung Graha Pena 98 sekitar pukul 15.52 WIB. Kedatangan dirinya pun langsung disambut disambut dengan teriak-terikan oleh mahasiswa yang mendukung dirinya untuk maju sebagai Presiden di 2024 mendatang.

Kehadiran Ganjar selaku Calon Presiden yang diusung oleh PDIP dalam rangka Halal bihalal sekaligus bertemu dengan mahasiswa yang tergabung 50 universitas se-Indonesia.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi