Ini Keuntungan Prabowo Ambil Airlangga Jadi Cawapres

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto kini memiliki dua kandidat Cawapres. Mereka adalah Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ini Keuntungan Prabowo Ambil Airlangga Jadi Cawapres
Prabowo bertemu Ical dan airlangga. ©2023 Merdeka.com

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto kini memiliki dua kandidat Cawapres. Mereka adalah Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Hingga kini, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya belum memiliki titik temu. Siapa yang bakal menjadi cawapres Prabowo. Baik Golkar maupun PKB masih ingin sang ketum maju sebagai cawapres.

Teranyar, PKB menawarkan Prabowo-Cak Imin dengan opsi Airlangga sebagai ketua tim pemenangan. Golkar menolak. Masih inginkan posisi Airlangga sebagai capres atau cawapres.

Lalu siapa yang tepat dampingi Prabowo?

Pengamat Politik dari Trias Politika, Agung Baskoro mengatakan, secara institusional mesin dan infrastruktur politik, Golkar lebih mapan untuk melakukan kerja-kerja politik serta pemenangan pilpres.

"Apalagi terkait dukungan logistik yang berpusat pada pendanaan Pilpres. Di titik inilah, kepentingan Prabowo dan Airlangga bertemu. Karena mesin Gerinda dan Golkar menjadi lebih efektif ketimbang bersama PKB," ujar Agung saat dihubungi merdeka.com, Kamis (11/5).

Di sisi lain, ujar dia, secara personal harus diakui sosok Airlangga adalah seorang administratur yang andal. Sementara sosok Prabowo merupakan solidarity makers yang kuat.

"Sehingga kolaborasi keduanya menjadi dwi tunggal yang dibutuhkan untuk merespon tantangan ke depan soal resesi maupun soal ancaman kedaulatan bangsa," tegas Agung lagi.

Walaupun secara elektabilitas untuk konteks cawapres, ada problem di sisi Airlangga yang masih belum signifikan. Namun, hal itu juga terjadi dengan elektabilitas Cak Imin.

"Sehingga ini bisa menjadi pertimbangan yang menyulitkan bagi Prabowo untuk memilihnya," ujar Agung.

Sementara keunggulan Cak Imin, ujar Agung, PKB memiliki basis massa yang cukup kuat di Jawa Timur. Khususnya massa dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

"Yang menjadi kebutuhan elektoral bagi Pak Prabowo untuk melengkapi," katanya.

Sebagai win-win solution, ujar dia, Prabowo bisa turut bersikap agar koalisi ini kokoh. Dengan menyiapkan skema insentif politik yang menarik bagi Airlangga dan Cak Imin.

Misalnya, memilih salah satu di antara keduanya. Dengan pengelolaan kursi menteri lebih besar kepada yang tak mengambil kursi wapres dan insentif politik lainnya.

Bisa juga, kata Agung, Prabowo tak mengambil Airlangga atau Cak Imin sebagai Cawapres. Namun, memberikan insentif politik (kursi menteri) yang lebih kepada Golkar dan PKB.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi